Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Peristiwa

Duel Berdarah di Kebun Sinjai Barat, Ipar Saling Serang Pakai Parang dan Tombak

badge-check

					Salah Satu Korban Dikabarkan Akan Dirujuk ke RS Makassar. (Foto: Ist) Perbesar

Salah Satu Korban Dikabarkan Akan Dirujuk ke RS Makassar. (Foto: Ist)

BERITA.NEWS, Sinjai — Perkelahian satu lawan satu yang berujung luka serius terjadi di Dusun Maddakko, Desa Gunung Perak, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, pada Jumat (23/1/2025) sekitar pukul 11.00 Wita.

Peristiwa berdarah tersebut melibatkan dua pria yang masih memiliki hubungan keluarga ipar, yakni Marsuki (45) dan Kamaruddin (47).

Keduanya diketahui berprofesi sebagai petani dan berdomisili di Dusun Kaddorobukua, Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perkelahian terjadi di lokasi kebun milik Kamaruddin.

Duel tersebut berlangsung sengit dengan masing-masing pihak menggunakan senjata tajam.

Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Agus Santoso saat dikonfirmasi Berita.News, Jumat malam (23/1/2026).

“Iya benar, infonya sudah masuk. Dimana Kamaruddin dilaporkan diserang menggunakan tombak, sementara Marsuki menggunakan parang,” ungkapnya.

Akibat perkelahian itu kata Ipda Agus Santoso, Kamaruddin mengalami luka tusuk pada dada sebelah kiri serta luka terbuka pada lutut kiri.

Sementara itu, Marsuki mengalami luka terbuka di bagian leher akibat tebasan parang.

“Kedua korban langsung dilarikan dan dirujuk ke RSUD Sinjai untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” jelasnya.

Dari keterangan pihak kepolisian, diketahui bahwa konflik antara keduanya bukanlah persoalan baru.

Marsuki dan Kamaruddin disebut telah lama berselisih terkait batas dan kepemilikan kebun.

“Motifnya, diduga perselisihan yang tak kunjung selesai tersebut akhirnya memicu penganiayaan berat,” bebernya.

Ironisnya, warga sekitar enggan memberikan keterangan rinci terkait kronologi kejadian.

Hal itu disebabkan rasa takut dan kekhawatiran warga terhadap Marsuki, yang dikenal memiliki sifat pendendam dan kerap terlibat masalah, baik dengan masyarakat sekitar maupun anggota keluarganya sendiri.

“Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap secara utuh kronologi serta motif perkelahian tersebut,” tutup Iptu Agus Santoso.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Api Melalap 4 Rumah di Sinjai Saat Dini Hari, Kerugian Capai Rp500 Juta

13 April 2026 - 05:33 WITA

damkar-sinjai

Diteror Usai Ungkap Dugaan Mafia BBM Subsidi, Jurnalis di Sinjai Dihadang OTK

12 April 2026 - 22:20 WITA

bbm-subsidi

Drama Kamar Kos di Selayar: Dari Rencana Perbaikan Pipa Hingga Hilangnya Emas 13 Gram

11 April 2026 - 17:16 WITA

kamar kos

Tangis Pecah Jelang Magrib, Begini Kronologi Petani di Sinjai Meninggal Usai Disambar Petir

9 April 2026 - 20:03 WITA

tersambar petir

Tragedi di Tengah Sawah, Kahar Warga Sinjai Selatan Tewas Saat Cuaca Ekstrem, Diduga Tersambar Petir

9 April 2026 - 19:44 WITA

tersambar petir
Trending di Peristiwa