Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Peristiwa

Tiga Hari Tersesat di Hutan, Nenek Subaeda di Bulukumba Meninggal Dunia Setelah Ditemukan

badge-check

					Proses Evakuasi Nenek Subaeda Usai Ditemukan Oleh Tim Gabungan. (Foto: BPBD Bulukumba) Perbesar

Proses Evakuasi Nenek Subaeda Usai Ditemukan Oleh Tim Gabungan. (Foto: BPBD Bulukumba)

BERITA.NEWS, Bulukumba — Setelah tiga hari hilang dan tersesat di dalam hutan, Subaeda (80), akhirnya ditemukan dalam kondisi lemas dan meninggal dunia beberapa jam kemudian pada Senin (1/12/2025).

Subaeda merupakan warga Dusun Bambaungan, Desa Balangtaroang, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Cucu almarhumah, Nurjannah, mengatakan bahwa Subaeda menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 06.00 Wita.

“Tadi jam 06.00 Wita, nenek Subaeda menghembuskan nafas terakhirnya,” ujarnya kepada wartawan di Bulukumba, Selasa (2/12/2025).

Menurutnya, kondisi kesehatan nenek Subaeda memang menurun usai ditemukan tersesat.

Kondisi Menurun Setelah Ditemukan

“Jelang waktu Subuh tadi, nenek Subaeda tampak lancar bercerita seperti hari-hari biasa dan sempat mengaji,” ungkap cucu almarhumah.

Setelah salat Subuh, tubuhnya melemah, dan Subaeda memanggil semua anak serta cucunya untuk berkumpul sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Subaeda dilaporkan hilang sejak Jumat (28/11/2025) setelah meninggalkan rumah tanpa memberi tahu keluarga.

Beberapa warga sempat melihatnya melintasi pekuburan keluarga dengan membawa baskom merah sebelum menghilang hingga malam hari.

Keluarga yang panik kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian.

Upaya Pencarian Tiga Hari

Salah seorang cucu Subaeda menghubungi BPBD Bulukumba untuk meminta pertolongan.

Sekitar 40 menit kemudian, tim BPBD tiba dan melakukan penyisiran bersama warga, namun pencarian dihentikan sementara karena malam semakin larut dan udara sangat dingin.

Pencarian kembali dilanjutkan keesokan harinya menyisir hutan produktif.

Kendala mulai terjadi ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada siang hingga sore hari, sehingga pencarian terpaksa dihentikan.

Warga kemudian berinisiatif menggunakan lampu senter dan memukul-mukul benda sebagai isyarat suara, namun tetap tidak membuahkan hasil.

Ditemukan Lemas di Perbatasan Sinjai

Pada hari ketiga, Senin pagi, warga dan BPBD kembali melakukan penyisiran hingga perbatasan Sinjai.

“Menjelang sore, Subaeda ditemukan dalam keadaan lemas,” kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Bulukumba, Abd Haris.

Rencananya, jenazah Subaeda akan dimakamkan di pekuburan keluarga di Bambaungan.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Api Melalap 4 Rumah di Sinjai Saat Dini Hari, Kerugian Capai Rp500 Juta

13 April 2026 - 05:33 WITA

damkar-sinjai

Diteror Usai Ungkap Dugaan Mafia BBM Subsidi, Jurnalis di Sinjai Dihadang OTK

12 April 2026 - 22:20 WITA

bbm-subsidi

Drama Kamar Kos di Selayar: Dari Rencana Perbaikan Pipa Hingga Hilangnya Emas 13 Gram

11 April 2026 - 17:16 WITA

kamar kos

Tangis Pecah Jelang Magrib, Begini Kronologi Petani di Sinjai Meninggal Usai Disambar Petir

9 April 2026 - 20:03 WITA

tersambar petir

Tragedi di Tengah Sawah, Kahar Warga Sinjai Selatan Tewas Saat Cuaca Ekstrem, Diduga Tersambar Petir

9 April 2026 - 19:44 WITA

tersambar petir
Trending di Peristiwa