Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Bulukumba

Ini 5 Tuntutan Keras PMII Bulukumba Soal Dugaan “Proyek Gelap” di Program Makanan Bergizi Gratis

badge-check

					Massa PMII Bulukumba Menduduki dan Orasi di Ruang Paripurna DPRD. (Foto: Berita.News/ Syarif) Perbesar

Massa PMII Bulukumba Menduduki dan Orasi di Ruang Paripurna DPRD. (Foto: Berita.News/ Syarif)

BERITA.NEWS, Bulukumba — Puluhan massa dari Pimpinan Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bulukumba menggeruduk kantor DPRD, Senin (6/10/2025).

Mereka datang bukan tanpa alasan mahasiswa menuntut pembenahan total Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut telah berubah jadi proyek kepentingan politik dan bisnis oknum elit daerah.

Dalam aksinya, Jenderal Lapangan, Ahmad Irfan, menyebut program MBG yang seharusnya menjadi kebanggaan daerah kini telah kehilangan arah.

“Program ini awalnya untuk meningkatkan gizi masyarakat dan memberdayakan UMKM lokal, tapi malah dinodai oleh tangan-tangan kotor yang menjadikannya ladang bisnis,” ujar Irfan lantang dalam orasinya di depan gedung DPRD.

PMII Bulukumba bahkan menduga kuat adanya intervensi dan keterlibatan langsung sejumlah anggota DPRD dalam pendirian serta pengelolaan dapur MBG. Hal itu dianggap telah melanggar etika dan menciptakan konflik kepentingan serius.

“Legislatif itu pengawas, bukan pelaksana proyek! Kalau mereka ikut main di dapur MBG, siapa yang mau mengawasi?” tambah Irfan dengan nada tinggi.

Mahasiswa juga menyoroti kasus keracunan makanan di Kecamatan Kajang serta temuan makanan berulat di Botobahari, yang mereka anggap sebagai bukti nyata hancurnya kualitas pengawasan dan manajemen program.

Baca Juga :  Dari Lalu Lintas ke Mimbar MTQ, Bripda Ahriadi Personel Polres Bulukumba Tunjukkan Prestasi

Selain menuding DPRD, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulukumba juga tak luput dari sorotan tajam. Dinas yang seharusnya menjadi pengampu teknis disebut justru diam dan membiarkan penyimpangan terus terjadi.

“Dinkes gagal menjaga transparansi dan kualitas gizi. Kalau mereka tutup mata, berarti ikut menikmati!” seru seorang orator.

Berikut lima tuntutan utama PMII Bulukumba yang diserukan dalam aksi tersebut:

  1. Evaluasi total seluruh dapur MBG yang terindikasi bermuatan politik.
  2. Desak Dinas Kesehatan membentuk Satgas MBG untuk mengawasi pelaksanaan program.
  3. Minta DPRD membentuk Panitia Khusus (Pansus) MBG guna menelusuri dugaan penyimpangan.
  4. Tutup semua dapur MBG bermasalah, terutama yang didirikan oleh oknum anggota DPRD.
  5. Stop perampasan hak rakyat dan UMKM lokal!

Aksi demonstrasi yang berlangsung damai. Kini, publik menanti apakah DPRD Bulukumba akan menindaklanjuti lima tuntutan mahasiswa itu.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Dari Lalu Lintas ke Mimbar MTQ, Bripda Ahriadi Personel Polres Bulukumba Tunjukkan Prestasi

17 April 2026 - 21:19 WITA

mtq

BKAD Turun Tangan! Kendaraan Dinas OPD Pemkab Bulukumba Disisir, Ada yang Hilang?

13 April 2026 - 18:02 WITA

kendaraan-dinas

Sertijab Polres Bulukumba Digelar, 10 Perwira Polres Bulukumba Resmi Berganti

13 April 2026 - 17:47 WITA

sertijab

Eksekusi Dramatis di Ujung Loe Bulukumba, Rumah Dibongkar Pakai Ekskavator

8 April 2026 - 20:33 WITA

sengketa-lahan

Resmi Berlaku! Cara Baru Urus KTP di Bulukumba Bikin Warga Tak Perlu Antre Pagi-Pagi

7 April 2026 - 22:14 WITA

ktp
Trending di Bulukumba