Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Makassar

Kecam Aksi Represif Aparat, Mahasiswa FH UMI Demontrasi di Jalan Urip Sumoharjo

badge-check

					Demonstrasi Kejam Aksi Represif Aparat di Depan Kampus II UMI Makassar. (BERITA.NEWS/Andi Khaerul). Perbesar

Demonstrasi Kejam Aksi Represif Aparat di Depan Kampus II UMI Makassar. (BERITA.NEWS/Andi Khaerul).

BERITA.NEWS, Makassar – Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) UMI kembali lakukan aksi demonstran di Jalan Urip Sumoharjo. Mereka, menuntut oknum aparat kepolisian yang lakukan aksi represif segera ditindak tegas, Rabu (25/9/2019).

Tutup setengah ruas jalan Urip Sumoharjo. Unjuk rasa mahasiswa cukup membuat kemacetan dari arah fly over ke kantor Gubernur. Meski begitu, tidak ada tindakan anarkis. Demonstrasi tetap berjalan aman.

Jendral Lapangan (jenlap) Aksi, Akram menegakan pihaknya sangat mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian. Pemukulan kepada mahasiswa. Dinilainya jelas tidak terpuji. Harusnya mengayomi.

“Kami mengecak keras oknum aparat. Banyaknya teman-teman dari bergai kampus yang mendapat tindakan yang tidak wajar dari pihak kepolisian,” ujar Akram. Di depan kampus II UMI.

Baca Juga :  Kapolrestabes Makassar Tegaskan Tak Ada Keterlibatan TNI dalam Aksi Demo Ricuh

Menurutnya, aparat kepolisian yang lakukan tindakan kekerasan kepada mahasiswa harus di cari dan adili. 

“Kami menuntut keras. Cari pihak kepolisian yang melakukan tindakan refresif tersebut.  Adili pihak yang menembak kawan-kawan aktivis palopo dari kampus unanda dan tindak tegas aparat yang terlibat,” tegasnya.

Sementara itu, peserta aksi Darlin dalam orasinya menilai tindakan kepolisian saat mengawal aksi mahasiswa, pada Selasa 24 September 2019. Merupakan sikap brutal dan membabi buta.

“Kepolisian tidak bisa lagi amankan masyarakat. Mereka lakukan tindakan brutal. Apalagi menyisir kampus. Ini tidak akan membuat kami berhenti. Kita terus akan lakukan aksi dengan massa lebih banyak,” pungkasnya.

  • Andi Khaerul.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lepas JCH Makassar, Munafri Ingatkan Jaga Niat dan Kesehatan

29 April 2026 - 13:38 WITA

RW 01 Kompleks CV Dewi Dinilai Layak Wakili Makassar di Lomba Satkamling Tingkat Polda Sulsel

29 April 2026 - 07:05 WITA

May Day 2026, Pemkot Makassar Fasilitasi Perayaan Buruh yang Aman dan Inklusif

28 April 2026 - 19:35 WITA

Kepala BGN Sebut Gaji Pencuci Piring MBG Lebih Tinggi dari Guru Honorer: Rp 2,4 Juta Sampai Rp 3,5

28 April 2026 - 18:12 WITA

Groundbreaking Mixed-Use Mal Ratu Indah, Munafri: Simbol Pertumbuhan Ekonomi Makassar

28 April 2026 - 13:10 WITA

Trending di Makassar