Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Makassar

72% Masyarakat tidak Peduli Sampah, KLH Sebut Pemda Belum Mampu Kelolah Sampah dengan Baik

badge-check

					International Investment Forum on Waste management 2019 di Eboni Ballroom Hotel Gammara. (BERITA.NEWS/Ratih Sardianti Rosi). Perbesar

International Investment Forum on Waste management 2019 di Eboni Ballroom Hotel Gammara. (BERITA.NEWS/Ratih Sardianti Rosi).

BERITA.NEWS, Makassar – International Investment Forum on Waste management 2019 merupakan agenda tahunan yang digelar Pemerintah Kota Makassar. Kali ini, forum internasional ini digelar di Eboni Ballroom Hotel Gammara, Kamis (07/11/2019).

Kegiatan ini membahas banyak persoalan tentang  penanganan sampah yang menjadi permasalahan utama di Kota-kota berkembang. 

Hadir perwakilan 16 negara dalam pertemuan ini. Diantaranya, Jepang, Spanyol, Inggris, Australia. Yang dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. 

Dalam sambutannya, Direktur Pengelolaan Sampah Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Novrizal Tahar menyebut sampah di Indonesia terus meningkat terkhususnya sampah rumah tangga dan sampah plastik.

Produksi sampah terbanyak dari sampah organik 60 persen, plastik 12 persen, kertas 10 persen dan sisanya sampah logam, baja, besi, gelas, dan karet.

“Seperti kita lihat bahwa persoalan sampah di indonesia itu berat karna ada berapa hal mendasar salah satunya pengelolaan sampah,” kata Novrizal.

Permasalahan dasar meningkatnya sampah di Indonesia yakni kapasitas pemerintah daerah rata-rata belum mampu mengelola sampah dengan baik dan benar, persoalan perilaku masyarakat yang tercatat sebanyak 72 persen dianggap tidak peduli terhadap sampah.

Baca Juga :  Kepala BGN Sebut Gaji Pencuci Piring MBG Lebih Tinggi dari Guru Honorer: Rp 2,4 Juta Sampai Rp 3,5

Lebih lanjut, berkaitan dengan komposisi sampah yang terus meningkat, belum menjangkaunya sarana produsen memberikan peran dalam produksi sampah, penegakan hukum belum maksimal, dan adanya kebutuhan industri penggunaan bahan baku yang menghasilkan sampah plastik.

Untuk itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah berharap dengan adanya forum ini bisa menciptakan suatu solusi untuk penanganan sampah yang lebih baik.

“Selamat datang para investor, di forum ini kami harap ada kesepakatan yang baik. Untuk membantu salah satu permasalahan besar di kalangan masyarakat ini,” ucapnya. 

Sementara itu, Pj Wali Kota Makassar Muh Iqbal Suhaeb ungkap hal yang menjadi titik fokus pemkot Makassar saat ini yaitu tentang perbaikan persampahan dan publik facility.

“Yang kita antisipasi itu, kebanjiran. minimal di penghujung tahun nanti atau awal tahun depan sudah kurang tempat banjir, sehingga kita fokus perbaikan tentang infrastruktur,” katanya.

Hanya saja, Iqbal mengaku terkendala dengan dana. Menurutnya, tidak semua memacu kepada infrastruktur.

“Jadi kan bukan soal ini saja, ada juga soal orang sakit yang mesti disantuni, ada orang yang kurang mampu, jadi tidak semua lari ke infrastruktur. Ada sekolah juga yang bocor, jadi bagaimana kita menyusun kuritas-kuritas,” bebernya.

  • Ratih Sardianti Rosi

Loading

Comments

Baca Lainnya

May Day 2026, Pemkot Makassar Fasilitasi Perayaan Buruh yang Aman dan Inklusif

28 April 2026 - 19:35 WITA

Kepala BGN Sebut Gaji Pencuci Piring MBG Lebih Tinggi dari Guru Honorer: Rp 2,4 Juta Sampai Rp 3,5

28 April 2026 - 18:12 WITA

Groundbreaking Mixed-Use Mal Ratu Indah, Munafri: Simbol Pertumbuhan Ekonomi Makassar

28 April 2026 - 13:10 WITA

Groundbreaking Mixed-Use MaRI, Munafri: Simbol Pertumbuhan Ekonomi Makassar

28 April 2026 - 10:48 WITA

Heboh Video Panas Mirip Anggota DPRD Enrekang, PKB Siapkan Investigasi

27 April 2026 - 20:43 WITA

video
Trending di Makassar