Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

2 Orang Luka Akibat Gempa Malut, 15 Rumah dan 3 Gereja Rusak

badge-check

					Belasan rumah warga di Pulau Batang Dua Ternate, terutama di Pulau Mayau mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan Magnitudo 7,1 yang melanda Malut pada Jumat (15/11) dini hari (Abdul Fatah) Perbesar

Belasan rumah warga di Pulau Batang Dua Ternate, terutama di Pulau Mayau mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan Magnitudo 7,1 yang melanda Malut pada Jumat (15/11) dini hari (Abdul Fatah)

BERITA.NEWS, Ternate – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara (Malut) melaporkan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,1 yang melanda Malut mengakibatkan 15 rumah warga rusak berat/ringan dan tiga gereja di Pulau Batang Dua alami kerusakan.

“Sesuai laporan hingga siang ini khususnya di Pulau Batang Dua Ternate, korban luka 2 orang, rumah rusak ringan 5 unit, rumah retak 12 unit dan gereja rusak ringan sebanyak 3 unit,” kata Kepala BPBD Malut, Karim Buamona di Ternate, Jumat (15/11/2019).

Menurut dia, korban luka-luka itu berada di Pulau Mayau dua orang yakni Delvi Peo, warga Mayau Pulau Batang Dua Kota Ternate dan Mesin Bunga warga kelurahan Lelewi Batang Dua kota Ternate.

Sedangkan untuk kerugian materil di Kota Ternate terdapat di Kelurahan Mayau Batang Dua Kota Ternate 3 rumah rusak retak, Kelurahan Lelewi Batang Dua 2 rumah rusak ringan, Kelurahan Bido Kecamatan Batang Dua, 1 rumah rusak ringan, rumah ibadah tiga unit gereja rusak ringan yakni Gereja GPDI Eklesia lelewi bagian palafon, GPM Jemaat Efata dan Gereja GKPMI vila Bido alami kerusakan di bagian pelafon.

Menurut dia, warga saat ini dilaporkan beraktifitas normal tapi malam akan kembali ke pengungsian di lokasi yang tinggi untuk antisipasi hal-hal yang mereka tidak inginkan

“Kami telah melakukan koordinasi dengan BMKG, BPBD kabupaten/kota dan sektor terkait untuk mengidentifikasi korban kerusakan dan kerugian akibat gempa bumi tersebut,” jelas Karim, seperti dikutip dari Antara.

Olehnya itu, untuk memudahkan penanganan korban gempa bumi 7,1 magnitudo di Malut, BPBD Malut telah membuka posko sementara kawasan Hasan Esa Kota Ternate.

Sementara itu, Karo Protokol, Kerjasama dan Komunikasi Publik Pemprov Malut, Muliadi Tutupoho menyatakan, Pemprov Malut tetap memantau perkembangan pasca-gempa berkekuatan 7,1 Magnitudo di wilayah Malut dan kalaupun adanya kerusakan harus dilakukan pendataan.

Oleh karena itu, Pemprov Malut telah menginstruksikan kepada instansi terkait untuk turun ke lapangan melalui pengecekan pasca-gempa berkekutan 7,1 magnitudo, dengan mendata berbagai kerusakan dan korban jiwa, terutama di daerah terdampak seperti Pulau Batang Dua Ternate dan Halmahera Barat.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

18 April 2026 - 22:09 WITA

bbm

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

Trending di Nasional