Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Bulukumba

Terisolasi Akibat Jembatan Patah, 149 KK di Kampung Bungeng Bulukumba Gunakan Tangga Bambu

badge-check

					Warga Bergotong Royong Untuk Membangun Jembatan Darurat. (Foto: Istimewa) Perbesar

Warga Bergotong Royong Untuk Membangun Jembatan Darurat. (Foto: Istimewa)

BERITA.NEWS, Bulukumba – Sebanyak 149 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Bungeng, Dusun Mattoanging, Desa Bialo, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dilaporkan terisolasi sejak Senin (7/7/2025) usai banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (5/7/2025).

Jembatan penghubung satu-satunya antara Desa Bialo dan Kampung Bungeng putus total setelah dihantam batang pohon besar yang terbawa arus deras. Akibatnya, seluruh warga tak memiliki akses darat menuju ibu kota kabupaten.

“Satu-satunya jembatan ini ke Bulukumba dan ke kampung kami pak,” kata Kepala Dusun Mattoanging, Amraf, saat ditemui di lokasi.

Untuk sementara, warga terpaksa menggunakan tangga bambu setinggi sekitar 6 meter sebagai jalur darurat.

Kondisi ini sangat membahayakan karena warga harus ekstra hati-hati saat menaiki atau menuruni tangga tersebut. Satu langkah keliru dapat berujung kecelakaan serius.

Sejak tiga hari terakhir, warga secara swadaya mengumpulkan dana guna membeli bahan material perbaikan.

Baca Juga :  Pantai Merpati “Menjerit” Sampah, Polisi Turun Tangan Bersihkan Pesisir Bulukumba

Beberapa material juga disumbangkan oleh para pengusaha lokal. Setelah terkumpul, warga bahu-membahu melakukan pembangunan darurat.

Anak-anak sekolah, remaja, orang dewasa hingga para emak-emak turut terlibat dalam kerja bakti tersebut.

“Ada yang angkat pasir, selang air, aduk semen sampai angkat batu sungai,” ujar Mirawati, warga setempat.

Masyarakat berharap agar pemerintah segera turun tangan membangun jembatan permanen.

Mengingat insiden ini bukan yang pertama kali terjadi.

Pada tahun 2006, jembatan serupa juga patah akibat banjir bandang besar yang melanda Bulukumba, Bantaeng, dan Sinjai.

Tak hanya jembatan yang rusak, tiga rumah di sekitar aliran sungai juga dilaporkan hanyut terbawa arus kali ini.

Banjir diduga disebabkan oleh meningkatnya curah hujan di wilayah hulu, terutama di Kecamatan Kindang.

Warga kini menantikan perhatian dan tindakan cepat dari pemerintah agar akses dan aktivitas harian mereka kembali normal.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Petani Bulukumba Mulai Cemas! 2.000 Hektare Sawah Terancam Kering

25 April 2026 - 17:55 WITA

petani

Sentuhan Kemanusiaan Lapas Bulukumba, Keluarga Warga Binaan Terima Bantuan

24 April 2026 - 19:32 WITA

warga binaan

Pantai Merpati “Menjerit” Sampah, Polisi Turun Tangan Bersihkan Pesisir Bulukumba

24 April 2026 - 18:26 WITA

jumat bersih

Usai Rakor di Jakarta, Bulukumba Dapat Bantuan 10 Ton Benih Padi Dari Kementan

23 April 2026 - 21:35 WITA

bantuan

Antisipasi Kekeringan Ekstrem, Pemkab Bulukumba Perkuat Kesiapsiagaan Pertanian

21 April 2026 - 21:33 WITA

kekeringan
Trending di Bulukumba