Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Article

Terbanyak Setelah Indonesia, Rokok “Bunuh” 9 Ribu Warga Yordania Setiap Tahun

badge-check

					ilustrasi merokok (getty images) Perbesar

ilustrasi merokok (getty images)

BERITA.NEWS, Amman – Kurang-lebih 9 ribu warga Yordania meninggal dunia setiap tahunnya akibat merokok. Jumlah tersebut berdasarkan data organisasi kesehatan dunia atau WHO.

Data itu dipaparkan saat pertemuan perdana antara Komite Nasional Anti-Rokok dan Tembakau dengan Perdana Menteri (PM) Yordania, Omar Razzaz, serta Ratu Yordania Dina Mired dan perwakilan dari WHO, di Amman, Senin (17/6/2019).

Dikutip dari Jordan Times, Rabu (19/6/2019) PM Yordania, Omar Razzaz, berjanji akan memerangi fenomena berbahaya ini dan dampak negatifnya terhadap masyarakat, terutama bagi kaum muda.

Menurut statistik WHO, jumlah perokok di Yordania merupakan salah satu yang terbanyak di dunia, dengan lebih dari 70 persen pria merokok pada tahun 2015. Ini adalah angka tertinggi di wilayah ini dan yang kedua di dunia setelah Indonesia .

Sembilan ribu orang lainnya meninggal setiap tahunnya di Yordania sebagai akibat dari merokok. Statistik juga menunjukkan, jumlah uang dihabiskan untuk merokok di Yordania mencapai 1,6 miliar Dinar atau setara 75 miliar rupiah untuk setiap tahunnya.

Belanja rokok itu sekitar 6 persen dari produk nasional bruto atau GDP negara Yordania dibandingkan dengan tingkat global sekitar 1,8 persen.
Selain itu, 70 persen pria dan sekitar 45 persen anak muda di Yordania kecanduan merokok.

PM Razzaz menekankan pentingnya memperkuat kesadaran dan tindakan pencegahan untuk membuat orang muda sadar pada usia dini akan bahaya merokok dan kecanduannya, terutama bahwa berhenti merokok lebih sulit daripada memulai kecanduan.

Komite menekankan perlunya menerapkan UU Kesehatan Masyarakat, mencegah merokok di tempat-tempat umum dan tertutup, dimulai dengan kementerian, lembaga publik, sekolah dan universitas.

Ini juga akan mencegah penjualan tembakau kepada anak-anak, dan menerapkan serangkaian langkah-langkah untuk meningkatkan kesadaran dan memperkuat peran klinik yang mendorong berhenti merokok.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Jemaah Haji Indonesia Tertib di Mina, Menhaj Bersiap Sambut Haji 2027

31 Mei 2026 - 15:07 WITA

Hangatnya Iduladha Diaspora Indonesia di Hamburg, 475 Jamaah Hadiri Salat Bersama

29 Mei 2026 - 10:40 WITA

Profesor Indonesia Mendunia, Taruna Ikrar Dianugerahi Gelar Adjunct Professor Bidang Farmakologi “Advanced Cell Gene Therapy” UTM Malaysia

23 Mei 2026 - 17:37 WITA

Waspada Ancaman Virus Hanta: Pakar Kesehatan Masyarakat Imbau Warga Kenali Gejala dan Cegah Penularan Sejak Dini

19 Mei 2026 - 15:41 WITA

hanta virus

Geopolitik Timur Tengah Bergejolak, Harga Minyak Dunia Tembus Level Tertinggi

16 Mei 2026 - 12:30 WITA

Trending di Internasional