Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Taruna Ikrar Kepala BPOM RI Wakili ASEAN di Abu Dhabi: Perjuangkan Regulasi Obat Global yang Lebih Adil

badge-check

					Taruna Ikrar Kepala BPOM RI Wakili ASEAN di Abu Dhabi: Perjuangkan Regulasi Obat Global yang Lebih Adil Perbesar

BERITA.NEWS, Jakarta – Ketika sebagian besar mata dunia sedang tertuju pada inovasi farmasi dan persaingan industri kesehatan global, Indonesia justru melangkah ke panggung dunia dengan cara berbeda: memperkuat kolaborasi antarnegara.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., diutus negara-negara ASEAN untuk menghadiri International Forum of Pharmaceutical Inspectorates (IFPI) yang dilaksanakan di Abu Dhabu, Dubai, Senin (24/11/2025).

Mewakili seluruh regulator obat di kawasan ASEAN, Prof Taruna Ikrar memaparkan presentasinya bertajuk “Harmonization of ASEAN Pharmaceutical Regulations.” Pesannya jelas dan tegas: “Dunia perlu melihat ASEAN sebagai satu kekuatan regulatori yang solid.”

Ia menyampaikan pesan penting yang menggugah perhatian para pemimpin regulatori farmasi dunia.

Prof. Taruna tak hanya membawa nama Indonesia. Ia mengemban mandat yang jauh lebih besar: menyatukan suara Asia Tenggara supaya akses obat yang aman dan bermutu bisa dinikmati merata oleh 670 juta penduduk ASEAN.

Menurutnya, setiap negara di kawasan punya tantangan berbeda. Ada yang kuat di industri farmasi, ada yang kuat di sistem regulasi. Namun, perbedaan itu bukan halangan justru jadi energi kolektif.

“BPOM membawa suara ASEAN di panggung global. Kita ingin masyarakat Asia Tenggara mendapatkan obat yang aman, berkualitas, dan terjangkau,” ujar Prof. Taruna usai sesi konferensi pers.

Ia menjelaskan tiga agenda strategis Indonesia: Regulasi berbasis sains & inspeksi berbasis risiko, Percepatan akses obat inovatif dan esensial, dan Penguatan rantai pasok regional dan kemandirian bahan baku obat.

Dengan kata lain, bukan hanya memperketat pengawasan tetapi juga mempercepat kemajuan.

Baca Juga :  OJK dan BSSN Perkuat Ketahanan Siber Industri Keuangan Digital

Di Tengah Ancaman Obat Palsu, Kolaborasi Jadi Harga Mati

Menurut Taruna Ikrar ilmuwan dunia itu, Forum IFPI menjadi momentum penting bagi ASEAN. Saat obat palsu dan produk kesehatan ilegal makin canggih menembus batas-batas negara, regulator tak bisa jalan sendiri-sendiri.

Pesan Prof taruna pun kini viral di forum itu: “Collaboration beats competition. Kita akan mencapai lebih banyak bila kita bersatu, bukan berjalan sendiri.”

Kata-kata itu langsung menyiratkan sikap BPOM sebagai pemimpin regional yang tidak hanya memikirkan kepentingan nasional semata, tetapi kesehatan publik dunia.

Menuju Kelas Dunia

Tak banyak yang tahu, tapi BPOM sedang menapaki fase akhir penilaian WHO-Listed Authority (WLA) — status bergengsi yang menempatkan Indonesia sejajar dengan otoritas obat kelas dunia.

Jika tercapai, BPOM bukan hanya berpengaruh di ASEAN, namun diakui sebagai penentu standar internasional dalam peredaran obat dan vaksin.

Dan, lewat forum ini, Indonesia menginisiasi program nyata: Pelatihan bersama inspektur farmasi antarnegara, Berbagi data dan sistem intelijen obat palsu, Sinergi inspeksi CPOB/GMP untuk mempercepat persetujuan obat, Jaringan inspectorates yang responsif terhadap krisis global.

Tak ada lagi istilah ASEAN yang hanya ikut arus saja. Prof Taruna memastikan ASEAN ikut mengendalikan arah perjalanan industri farmasi global.

Di akhir sesi, Prof. Taruna mendapat banyak selamat dan jabat tangan panjang dari para pemimpin regulator dunia. Indonesia kini tak hanya hadir tapi memimpin.

Begitulah. Bagi sebagian orang, ini hanya pertemuan pejabat dan para regulator. Namun bagi masyarakat ASEAN, ini adalah jejak penting agar obat yang mereka minum:
aman, bermutu, dan datang tepat waktu.

Dan di balik perjalanan itu, ada satu pesan yang ingin terus digaungkan oleh Indonesia: “Kita lebih kuat bila berjalan bersama.” BPOM, mewakili ASEAN membawa misi kesehatan untuk dunia.

Loading

Comments

Baca Lainnya

OJK dan BSSN Perkuat Ketahanan Siber Industri Keuangan Digital

30 April 2026 - 14:53 WITA

Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

18 April 2026 - 22:09 WITA

bbm

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Trending di Nasional