Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Soal Cawalkot Doa Tolak Bala di Sungai Jeneberang, Ust Ikhwan Jalil Bilang Begini!

badge-check

					Soal Cawalkot Doa Tolak Bala di Sungai Jeneberang, Ust Ikhwan Jalil Bilang Begini! Perbesar

BERITA.NEWS, Makassar – Kegiatan doa tolak bala yang diikuti calon wali kota Makassar nomor urut 1, Danny Pomanto yang dilaksanakan Gerakan Masyarakat Sanata Dharma Nusantara (Gema Sadhana), di Sungai Jeneberang, Tamalate, Rabu 2 Desember ditanggapi Sekretaris Majelis Ulama Sulsel, KH Ikhwan Jalil Lc, MA.

Menurut Ustaz Ikhwan, dalam perspektif Islam, pondasi yang paling mendasar adalah aqidah , yang merupakan pokok- pokok keyakinan seorang muslim.

Dalam interaksi pada masyarakat yang majemuk, Ustadz Ikhwan mengingatkan seharusnya seorang muslim dapat tetap menjaga aqidahnya. “Ibarat ikan yang berenang dan hidup di laut tanpa harus asin tergarami,” katanya, Kamis malam, 3 November.

“Kontestasi politik terkadang mengelus dan bahkan tidak terasa bisa menggerus prinsip-prinsip seseorang bahkan pada ruang yang paling esensial pada darinya , yaitu keyakinan dan agamanya”.

Olehnya, Ustadz Ikhwan berharap, setiap kandidat muslim dalam mengejar electoral, seyogyanya dan seharusnya bisa tetap luwes berinteraksi tanpa perlu mengorbankan prinsip agama dan aqidahnya.

Ritual- ritual agama lain seharusnya dihindari dan cukup memberikan ruang kebebasan kepada setiap penganut agama menjalankan kepercayaannya tanpa perlu terlalu jauh ikut dalam ritual tersebut.

“Toleransi yang kita kembangkan seharusnya justru harus berbasis aqidah dan tauhid,” kata dia.

“Apalagi, doa dalam perspektif Islam adalah ibadah, dan ritual doa agama lain tidak boleh kita campuri dan ikut serta di situ”.

Fenomena lain yang sering disaksikan adalah ucapan salam. “Seorang muslim setelah Assalamualaikum, kadang mengucapkan lagi salam-salam agama lain”.

Hal ini sangat patut untuk dihindari seorang muslim dengan alasan tasyabbuh atau ikut-ikutan dan meniru agama lain.

“Selain itu, makna salam itu kita tidak tahu pasti, dan mungkin bermakna kekufuran dan kesyirikan. Allah subhanahu Wa ta’ala mengingatkan; bagimu agamamu, bagiku agamaku”. (*)

Loading

Comments

Baca Lainnya

Panitia Ajak Alumni di Seluruh Indonesia Meriahkan Mubes IKA Unhas

18 April 2026 - 21:55 WITA

Waspada! Nama Wawali Makassar Aliyah Dicatut untuk Penipuan

18 April 2026 - 16:01 WITA

Mensos RI Tinjau Fasilitas Sekolah Rakyat MA 26 Makassar

18 April 2026 - 14:18 WITA

Gunakan Fasum Selama 30 Tahun, Lapak PKL di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri

18 April 2026 - 10:15 WITA

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Trending di Daerah