Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Internasional

Serangan Drone Tewaskan 2 Komandan Jaringan Al Qaeda di Suriah

badge-check

					Ilustrasi serangan di Suriah. (AP Photo/Lefteris Pitarakis) Perbesar

Ilustrasi serangan di Suriah. (AP Photo/Lefteris Pitarakis)

BERITA.NEWS, Jakarta – Serangan pesawat nirawak atau drone di barat laut Suriah dilaporkan menewaskan dua komandan kelompok yang berafiliasi dengan Al Qaeda pada Minggu (14/6).

Mengutip CNN Indonesia, kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights mengatakan serangan yang terjadi di Idlib itu menewaskan seorang komandan militer asal Yordania dan komandan kelompok Hurras al-Deen.

Direktur Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahman, mengatakan serangan drone itu menerjang sebuah mobil yang tengah dikendarai mereka hingga tewas.

Terdapat sekitar tiga juta orang yang tinggal di wilayah Idlib saat ini.

Wilayah itu kini dikuasai oleh kelompok Hayat Tahrir al-Sham yang dipimpin mantan afiliasi Al Qaeda Suriah. Namun, kelompok militan lain termasuk Hurras Al-Deen dan kelompok pemberontak lainnya juga banyak berbasis di wilayah itu.

Pada 2019, pasukan Amerika Serikat meluncurkan beberapa serangan militer terhadap kelompok militan dan pemberontak di Provinsi Idlib.

Rahman mengatakan serangan drone pada akhir pekan lalu itu juga kemungkinan dilakukan oleh pasukan AS.

Namun, dilansir AFP, juru bicara koalisi internasional yang dipimpin AS menyatakan pasukannya tidak meluncurkan serangan udara ke barat laut Suriah dalam beberapa pekan terakhir.

Selain AS, kelompok militan di Idlib juga menjadi target serangan udara rezim Presiden Suriah Bashar Al-Assad dan sekutunya, Rusia.

Namun, gencatan senjata yang digagas Rusia dan pemberontak Rusia sejak Maret lalu membuat angkatan bersenjata Rusia dan Suriah terpaksa angkat kaki dari Idlib.

Perang sipil di Suriah yang berlangsung sejak 2011 telah menewaskan lebih dari 380 ribu orang dan membuat setengah populasi negara di Timur Tengah itu telantar dan menjadi pengungsi.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Harapan Damai di Ujung Tanduk, Pembicaraan AS–Iran Terhenti di Islamabad

12 April 2026 - 13:07 WITA

Iran Kunci Selat Hormuz di Tengah Perang, Janji Dibuka Usai Konflik

11 April 2026 - 10:13 WITA

Erdogan Menang Pilpres, Pimpin Turki Hingga 2028

29 Mei 2023 - 10:12 WITA

Indonesia Bekuk Thailand 5 – 2 di Final, Raih Emas Setelah 32 Tahun

16 Mei 2023 - 23:30 WITA

Andalan Pakai Baju Adat Jadi Pembicara di Forum UNESCO

22 Februari 2023 - 14:44 WITA

Trending di Internasional