Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Internasional

Serangan di Hotel Somalia, Belasan Orang Tewas

badge-check

					Ilustrasi. (Foto: ABDIRAZAK HUSSEIN FARAH / AFP) Perbesar

Ilustrasi. (Foto: ABDIRAZAK HUSSEIN FARAH / AFP)

BERITA.NEWS, Jakarta – Serangan senjata dan bom dilaporkan dari kelompok Al-Shabaab di hotel dekat pantai Lido di Mogadishu, Somalia menewaskan 11 orang, termasuk 10 warga sipil dan satu petugas polisi pada Minggu (16/8) waktu setempat.

Juru Bicara Kementerian Informasi Ismael Mukhtaar Omar mengatakan bahwa butuh waktu empat jam untuk pasukan keamanan dapat mengendalikan hotel setelah lima penyerang menyerbunya pada Minggu malam.

“Sepuluh orang dan lima militan tewas, ditambah satu polisi khusus Somalia,” kata Omar kepada AFP dikutip Senin (17/8).

Namun, Omar tak memaparkan secara rinci bagaimana pasukan keamanan Somalia berhasil mengakhiri pengepungan di hotel dan membunuh para penyerang, yang di satu sisi juga melakukan penyanderaan.

Sebelumnya, ketika pengepungan masih berlangsung, pihak keamanan mengatakan kepada AFP secara anonim bahwa salah satu penyerang tewas dalam ledakan bom mobil yang memicu serangan itu dan dua lainnya tewas dalam baku tembak.

Petugas ambulans di lokasi kejadian melaporkan sedikitnya 28 orang luka-luka.

Saksi mata mengatakan bahwa serangan itu dimulai dengan ledakan besar dan orang-orang lari dari daerah itu karena suara tembakan terdengar dari hotel, yang sering dikunjungi oleh pejabat pemerintah.

“Ledakan itu sangat besar dan saya bisa melihat asap di daerah itu. Ada kekacauan dan orang-orang mengungsi dari gedung-gedung di dekatnya,” kata Ali Sayid Adan, selaku saksi.

“Korban tewas termasuk pejabat pemerintah Abdirasak Abdi, yang bekerja di kementerian infomasi,” kata rekannya, Hussein Ali, mengutip CNN Indonesia.

Klaim dan serangan Al-Shabaab

Al-Shabaab mengatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan itu, lewat pernyataan yang diterjemahkan oleh SITE Intelligence Group. Pernyataan itu mengklaim bahwa pelaku mengambil kendali atas hotel dalam operasi pencarian martir.

Pada 1991, sempat terjadi kekacauan di Somalia setelah penggulingan rezim militer Presiden Siad Barre, yang menyebabkan perang suku selama bertahun-tahun diikuti dengan kebangkitan Al-Shabaab yang pernah menguasai sebagian besar negara dan Mogadishu.

Al-Shabaab diusir dari ibu kota pada 2011, tetapi militannya terus berperang melawan pemerintah, melakukan serangan rutin.

Pekan lalu, empat pejuang Shabaab yang ditahan di penjara pusat Mogadishu tewas dalam baku tembak sengit dengan pasukan keamanan setelah mereka entah bagaimana berhasil mendapatkan senjata di dalam fasilitas itu.

Kelompok itu telah menargetkan hotel beberapa kali selama bertahun-tahun, termasuk pada Februari 2019 ketika menewaskan sedikitnya 20 orang dalam sebuah bom mobil dan serangan senjata di sebuah hotel di Mogadishu yang berlangsung selama hampir 24 jam.

Sebulan sebelumnya, Al-Shabaab menewaskan 21 orang dalam pengepungan di sebuah hotel kelas atas di ibukota Kenya, Nairobi. Serangan itu menjadi sorotan karena kemampuannya untuk memperluas jaringannya di luar perbatasan Somalia.

Serangan besar terakhirnya di Mogadishu terjadi pada Desember 2019, ketika membantai 81 orang dengan meledakkan kendaraan yang berisi bahan peledak.

Namun, telah terjadi peningkatan aktivitas Al-Shabaab di Mogadishu sejak akhir Juni termasuk serangan bunuh diri yang menargetkan fasilitas pemerintah dan militer.

“Ini semacam kembali ke serangan yang biasa mereka lakukan,” kata Omar Mahmood, Analis Senior Somalia untuk International Crisis Group.

“Al-Shabaab melihat hotel-hotel ini sedikit banyak sebagai perpanjangan dari pemerintah, jadi mereka ditargetkan dengan cara itu,” tambahnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Harapan Damai di Ujung Tanduk, Pembicaraan AS–Iran Terhenti di Islamabad

12 April 2026 - 13:07 WITA

Iran Kunci Selat Hormuz di Tengah Perang, Janji Dibuka Usai Konflik

11 April 2026 - 10:13 WITA

Erdogan Menang Pilpres, Pimpin Turki Hingga 2028

29 Mei 2023 - 10:12 WITA

Indonesia Bekuk Thailand 5 – 2 di Final, Raih Emas Setelah 32 Tahun

16 Mei 2023 - 23:30 WITA

Andalan Pakai Baju Adat Jadi Pembicara di Forum UNESCO

22 Februari 2023 - 14:44 WITA

Trending di Internasional