Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Sempat Melarikan Diri, 1 WNI Sandera Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan Militer Filipina

badge-check

					Muhammad Farhan dibawa dengan mobil setelah diselamatkan di Sulu, selatan Filipina, Rabu (15/1). (Foto Daily Express via Westmincom). Perbesar

Muhammad Farhan dibawa dengan mobil setelah diselamatkan di Sulu, selatan Filipina, Rabu (15/1). (Foto Daily Express via Westmincom).

BERITA.NEWS, Jakarta – Seorang WNI Muhammad Farhan yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina akhirnya berhasil dibebaskan. Farhan diselamatkan militer Filipina di Baranggay Bato Bato, Indanan Sulu.

Mengutip situs resmi Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (16/1/2020), Farhan berhasil dibebaskan pada Rabu (15/1)kemarin pukul 18.45 waktu setempat. Kondisi Farhan saat ini tengah menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Westmincom, Zamboanga.

“Dinyatakan sehat,” demikian keterangan di situs Kemlu. Selanjutnya Farhan akan diserahterimakan dari otoritas Filipina kepada KBRI Manila dan dipulangkan ke Indonesia, dikutip dari Detikcom.

Untuk diketahui, Farhan merupakan salah satu dari 3 WNI yang diculik di perairan Tambisan, Lahad Datu, Malaysia pada 23 September 2019 lalu. Dua sandera atas nama Maharudin dan Samiun telah dibebaskan pada tanggal 22 Desember 2019 dan diserahkan langsung oleh Menlu RI kepada keluarga pada 26 Desember 2019.

Kemlu RI menyebut, dibebaskannya Farhan artinya seluruh WNI yang sempat disandera kelompok Abu Sayyaf sudah berhasil dibebaskan. Pemerintah saat mengapresiasi kerja sama dengan pemerintah Filipina.

“Termasuk Divisi 11 AFP di Sulu, dalam upaya pembebasan para sandera WNI,” tulis Kemlu RI.

Sempat Melarikan Diri

Sementara itu, dikutip dari viva.co.id, Panglima Komando Militer Wilayah Mindanao Barat, Letnan Jenderal Cirilito Sobejana, mengatakan bahwa mereka menyelamatkan Muhammad Farhan di Barangay Bato-Bato setelah mereka menerima informasi dari penduduk setempat tentang keberadaan orang Indonesia.

“Kami menerima laporan dari penduduk setempat bahwa ada orang yang mencurigakan sedang bepergian dan tidak bisa berbicara Tausug. Mereka pun curiga bahwa orang yang dimaksud adalah korban penculikan. Jadi penduduk langsung melapor ke kami, dan segera tentara kami pergi ke daerah itu,” kata Sobejana, seperti dikutip dari News.abs-cbn.com, Kamis, 16 Januari 2020.

Sebelum diselamatkan, Muhammad Farhan dikabarkan telah melarikan diri dari Abu Sayyaf dua hari lalu di Kagay, Indanan dan berlari selama beberapa jam sampai ia mencapai Barangay Bato-Bato.

Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Stasiun Teodulfo Bautista Kuta untuk pemeriksaan medis sebelum diterbangkan ke Rumah Sakit Umum Camp Navarro untuk perawatan lebih lanjut dan tanya jawab. “Kami sangat senang dengan pencapaian luar biasa ini,” ungkap Sobejana.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

18 April 2026 - 22:09 WITA

bbm

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

Trending di Nasional