Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Bantaeng

Seleksi Paskibra di Bantaeng Sempat Diprotes, Kadispora: Kami Kedepankan Independensi

badge-check

					Kadispora Bantaeng Faisal. Perbesar

Kadispora Bantaeng Faisal.

BERITA.NEWS, Bantaeng – Panitia Seleksi (Pansel) penerimaan calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Bantaeng menetapkan 75 nama yang dinyatakan lolos seleksi yang mewakili sekolah masing-masing untuk menjadi pasukan pengibar bendera pada 17 Agustus 2020 nanti.

Namun keputusan Pansel mendapat protes dari salah satu orangtua peserta seleksi.

Orang tua siswa yang berinisial AS mengisahkan, pada seleksi awal Paskibara yang melibatkan sekitar 300 peserta hingga ke beberapa tahapan, putranya selalu lulus seleksi.
Kejanggalan mulai muncul saat penentuan putranya masuk kelompok 75. Panitia justru menyatakan anaknya tidak lolos karena kaki putranya dianggap kaki X sehingga dinilai tidak memenuhi syarat.

“Kenapa bukan pada seleksi awal anak saya digugurkan kalau dianggap kaki X. Jika itu menjadi syarat semestinya sejak seleksi awal anak saya sudah mesti digugurkan. Ini yang tidak kami terima, apalagi tidak ada keturunan kami berkaki X,” ungkap AS, Kamis (26/3/2020) melalui ponselnya.

Anehnya lagi menurut AS, justeru ada peserta paskibra yang sebelumnya dinyatakan tidak lolos, tapi belakangan diterima kembali setelah orangtua siswa tersebut datang memprotes anaknya tidak lolos.

“Kalau memang mengacu pada aturan kami terima,” kesal AS.

Dia meminta ada evaluasi yang dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) selaku pihak yang bertanggung jawab atas kinerja panitia seleksi yang dinilainya tidak konsekuen menerapkan syarat dan aturan seleksi.

Terpisah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantaeng, Faisal S.STp, M.Si, saat dikonfirmasi secara tegas membantah kalau pihaknya terutama panitia seleksi tidak bekerja independen.

“Tidak benar kalau kami atau panitia melaksanakan tugasnya asal-asal atau tidak independen. Kami secara maksimal bekerja sesuai aturan dan mekanisme. Kami juga telah menjelaskan kepada orangtua peserta terkait proses seleksi yang kami laksanakan,” jelasnya.

Dia mengaku, pihaknya tetap menjaga independensi panitia. Apa jadinya kalau panitia memilih asal-asal atau karena faktor kedekatan hingga tidak sesuai standarisasi. Sebab jika salah memilih, bisa saja terjadi kesalahan saat menaikkan bendera pusaka hingga membuat malu pada upacara peringatan hari kemerdekaan.

“Jadi kami tetap kedepankan independensi. Buktinya ada anak tukang kopi, anak tukang tambal ban serta anak yang kurang mampu dari segi ekonomi tapi dinyatakan lolos. Sebaliknya ada anak pejabat, anak anggota DPRD bahkan keluarga Wakil Bupati justeru tidak lolos,” beber mantan Kabag Kesbangpol ini.

Dia menambahkan, hingga kini pihaknya belum menerima laporan dari kegiatan tersebut. Sehingga dalam waktu dekat panitia seleksi akan melaporkn hasil seleksi yang dilaksanakan.

. Saharuddin

Loading

Comments

Baca Lainnya

Pelayanan Tak Libur! Disdukcapil Bantaeng Pastikan Dokumen Warga Tetap Aman Selama Ramadan

24 Februari 2026 - 18:54 WITA

administrasi kependudukan

Disdukcapil Bantaeng Catat Ribuan Layanan Adminduk Sepanjang 2025, IKD Hampir Tembus 10 Ribu

15 Januari 2026 - 11:22 WITA

data penduduk

500 Eks Buruh Huadi Bangkit! Resmi Bentuk Serikat Baru untuk Lawan Ketidakadilan dan Tuntut Hak yang Tak Dibayar

13 Oktober 2025 - 12:59 WITA

Serikat Buruh

Tiga Kali Keguguran, Eks Buruh PT Huadi Bantaeng Ceritakan Derita di Balik Pabrik Nikel

13 Oktober 2025 - 12:00 WITA

Buruh

Eks Karyawan PT Huadi Bantaeng Bongkar Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan: Hak Kami Diabaikan

12 Oktober 2025 - 13:00 WITA

PHK Buruh
Trending di Bantaeng