BERITA.NEWS, SINJAI – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sinjai telah mengambil langkah signifikan dalam upaya peningkatan pembinaan bagi warga binaan.
Salah satunya dengan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Panrita Kitta Sinjai, pada Kamis, 10 Oktober 2024.

Acara yang berlangsung di Aula Serbaguna Rutan Sinjai ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib, yang secara resmi membuka kegiatan Pembelajaran Kesetaraan di Rutan Sinjai.
Penandatanganan ini bertujuan untuk mendukung program pendidikan non formal bagi warga binaan, meliputi pendidikan kesetaraan, pelatihan keterampilan, dan program bimbingan belajar lainnya.
Kepala Rutan Sinjai, Darman Syah, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pihaknya dalam memberikan pendidikan yang layak, serta bekal bagi warga binaan setelah mereka bebas.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Dinas Pendidikan dan PKBM Panrita Kitta. Dengan kerja sama ini, kami berharap warga binaan bukan hanya mendapatkan pembinaan akan tetapi juga pendidikan. Yang menjadi bekal warga binaan ketika mereka bebas nantinya,” ujarnya.
Darman Syah juga menegaskan bahwa ijazah dan keterampilan yang diperoleh akan menjadi modal penting bagi warga binaan, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan atau membuka usaha mandiri.
“Ijazah dan keterampilan nantinya juga menjadi modal penting untuk mencari lapangan pekerjaan atau bahkan membangun usaha mandiri setelah bebas,” ungkap Darman Syah.
Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Irwan Suaib, turut mengapresiasi inisiatif ini, menekankan bahwa kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis untuk menciptakan masyarakat yang inklusif, di mana pendidikan dapat diakses oleh semua kalangan.
“Saya berharap dengan adanya keterampilan, skill yang didapatkan pada saat mengikuti pembelajaran dapat digunakan oleh warga binaan ketika mereka bebas dapat melamar pekerjaan dan bahkan membuka usaha dengan keterampilan yang didapatkan,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, diharapkan lebih banyak warga binaan yang dapat mengikuti program pendidikan dan keterampilan, sehingga mereka lebih siap untuk berintegrasi kembali ke masyarakat setelah menjalani masa hukuman. (*)
![]()





























