BERITA.NEWS, Sinjai — Suasana tak biasa terlihat di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sinjai, Sabtu (28/03/2026).
Di balik jeruji yang identik dengan keterbatasan, justru tercipta keceriaan, semangat, dan kebersamaan yang begitu terasa.

Rutan Sinjai resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni Pegawai dan Warga Binaan dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Rutan Sinjai, Darman Syah, dan akan berlangsung hingga 25 April 2026.
Dalam sambutannya, Darman Syah menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang hiburan atau perlombaan semata.
“Kegiatan Pekan Olahraga dan Seni ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi menjadi sarana mempererat kebersamaan antara pegawai dan warga binaan serta menumbuhkan semangat positif di dalam rutan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan kebersamaan selama mengikuti rangkaian kegiatan.
“Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat, menjaga kebersamaan, serta menjunjung tinggi sportivitas. Tunjukkan bahwa kita semua bisa berkompetisi secara sehat, saling menghargai, dan tetap menjaga keamanan serta ketertiban,” tegasnya.
Berbagai cabang olahraga dan seni siap memeriahkan kegiatan ini. Mulai dari voli, sepak takraw, tenis meja, catur, domino hingga e-sport akan dipertandingkan.
Tak hanya itu, lomba seni seperti karaoke serta lomba keagamaan juga turut digelar, menambah warna dalam perayaan tersebut.
Momen pembukaan ditandai dengan penyerahan simbolis alat olahraga dari Kepala Rutan kepada Ketua Panitia, Agussalim. Simbol ini menjadi tanda dimulainya seluruh rangkaian perlombaan yang telah dinanti.
Usai seremoni, suasana langsung pecah dengan gelak tawa saat lomba tradisional lari karung digelar. Para peserta, baik pegawai maupun warga binaan, tampak larut dalam kegembiraan.
Salah satu warga binaan yang ikut ambil bagian mengaku sangat antusias dengan kegiatan tersebut.
“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan seperti ini. Selain menghibur, juga membuat kami merasa lebih dekat dengan petugas dan teman-teman di sini,” ungkapnya.
Antusiasme tak hanya datang dari peserta, tetapi juga penonton yang turut menyaksikan setiap perlombaan.
Kehangatan dan kebersamaan yang tercipta menjadi gambaran nyata bahwa pembinaan di dalam rutan tidak hanya soal hukuman, tetapi juga membangun semangat, harapan, dan hubungan yang lebih humanis.
Pekan Olahraga dan Seni ini pun menjadi bukti bahwa di balik tembok rutan, masih ada ruang untuk tawa, kebersamaan, dan perubahan ke arah yang lebih baik.
Penulis: Thatang
![]()





























