Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Rakor dan Bimtek Program BPNT di Bone Hasilkan Prinsip Enam T

badge-check

					Rakor dan bimtek BPNT Kementrian sosial dan dinsos Bone. (BERITA.NEWS). Perbesar

Rakor dan bimtek BPNT Kementrian sosial dan dinsos Bone. (BERITA.NEWS).

BERITA.NEWS, Bone – Kementerian Sosial dibantu Dinas Sosial Kabupaten Bone menggela Rapat Koordinasi (Rakor) dan Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kelurahan Bajoe Kecamatan Taneteriatang Timur Kabupaten Bone, Rabu (7/8/2019).

Rakor dan bimtek ini dihadiri agen dan pendamping, koordinator teknis, Kabid Bidang PFM sebagai supervisor program.

Agenda Rakor adalah Sosilasisasi Manager Suplayer, Bimbingan teknis, adminstrasi laporan agen dan pendamping guna mengetahui berapa jumlah Keluarga Penerimah Manfaat (KPM) yang telah melakukan transaksi dan jumlah KPM yang gagal transaksi masalah-masalah yang terjadi di lapangan selama penyaluran bansos BPNT.

Menurur Koordinator Tekhnis Akhirudin Hasdah, S.Sos mengatakan, banyak masalah yang terjadi di lapangan dalam penyaluran bansos BPNT baik kualitas beras, waktu, harga dan administrasi. Juga masalah gagal transaksi KPM, yang tidak sesuai dengan prinsip 6T dan masalah kartu dan mesin EDC.

Baca Juga :  Zero Halinar Digencarkan, Rutan Barru Gelar Tes HIV Serentak bagi Warga Binaan

“Laporan pendamping dan agen, diharapkan kedepan teman-teman pendamping program dan agen dapat bersinergis untuk membenahi sistem dengan mengacu kepada pedum dan juknis bansos pangan Program BPNT,” ungkapnya.

Moderator Rakor Ir. Jajuli sebagai Pendamping program Kecamatan Taneteriatang Timur mengatakan agen, pendamping program dan korteks harus komunikatif dan sinergis untuk menyusukseskan program bansos BPNT di Kabupaten Bone.

Mengedepankan prinsip 6T yaitu tepat sasaran, tepat kualitas, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu dan tepat administrasi.yaitu tepat sasaran, tepat kualitas, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu dan tepat administrasi.

Supervisor, Drs. H. Faisal, M.Si yang juga Kabid PFM Dinas Sosial Kab. Bone mengatakan, ke depan penyaluran bangsos BPNT harus satu pintu oleh Manager Suplayer dengan suplayer dari pengusaha lokal kabupaten dan bulog.

Rakor dan bimtek ini di hadiri dari Himbara (Himpunan Bank Rakyat) dari Mandiri ibu yaya dan pak Amar.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Zero Halinar Digencarkan, Rutan Barru Gelar Tes HIV Serentak bagi Warga Binaan

20 April 2026 - 15:42 WITA

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Trending di Daerah