Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Makassar

PSBB Makassar, Pj Walikota: Kami Usahakan Tidak Diperpanjang

badge-check

					Penjabat Walikota Makassar Iqbal Suhaeb Perbesar

Penjabat Walikota Makassar Iqbal Suhaeb

BERITA.NEWS, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, melalui Pejabat (Pj) Walikota, M Iqbal Samad Suhaeb mulai mempertimbangkan untuk tidak memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan alasan sudah ada angka penurunan pasien Coronavirus Disease (COVID-19).

“Kalau dilihat hari pertama, makin lama makin menurun (warga terpapar), sehingga tidak perlu perpanjang. Banyak konsekuensinya. Kami usahakan tidak diperpanjang,” katanya, di Posko Induk Percepatan Penanggulangan COVID-19, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (4/5/2020).

Saat ditanya wartawan alasan apa sampai berfikir tidak akan memperpanjang PSBB, apakah ada masalah keuangan atau ada masalah lain, mengingat jumlah penderita COVID-19 hingga sejauh ini jumlah peningkatannya dinamis.

“Tidak ada soal anggaran. Ini soal penyakit,” singkat mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel itu kepada awak media.

Terkait dengan Kabupaten Gowa yang sudah memberlakukan PSBB hari ini, bagaimana sinergitas dengan Makassar, kata dia, tentu lebih baik karena sudah ada perpaduan konektivitas.

“Lebih bagus kalau bisa bersama. Artinya, sudah terscrening di Gowa dan Makassar juga sudah tersrcening lebih terpadu,” tutur dia.

Disinggung soal tingkat keramaian masih tinggi hingga hari ke-11 pemberlakukan PSBB di Makassar, apakah akan melakukan rapid tes di sejumlah titik tersebut seperti pasar tradisional maupun tempat keramaian lainnya, kata dia, soal itu diadakan di Puskesmas.

Baca Juga :  Waspada! Nama Wawali Makassar Aliyah Dicatut untuk Penipuan

“Kalau ada orang merasa sudah kontak dengan pasien COVID-19, kami siapkan (Rapid tes) di puskesmas terdekat, silahkan ke sana. Kalau untuk pasar (Rapid tes) kita bicara orang-orangnya, yang perlu rapid langsung ke puskesmas, tidak ada pembayaran, gratis,” papar dia.

Akan jauh lebih bagus, lanjut Iqbal, bila masyarakat sudah kumpul apalagi merasa pernah kontak, bisa langsung dirapid tes. Selain itu ada permintaan dari kelompok-kelompok masyarakat bila mana ada kecurigaan munculnya kasus di daerahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Makassar, Ismail Hajiali berpendapat, untuk masa PSBB apakah akan diperpajangan atau tidak, kata dia, masih akah dibicarakan dalam rapat. Hal ini berdasar dari evaluasi tahap dua soal efektivitas pelaksanaan PSBB.

Data terbaru dari Posko Induk COVID-19 Makassar 3 Mei 2020, jumlah kasus COVID-19 masih tinggi. Kasus positif sebanyak 418 orang, 233 diantaranya masih dirawat, dan 153 dinyatakan sembuh, sementara meninggal dunia 32 orang.

Selanjutnya, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 417 orang, 17 orang masih dirawat, 189 sudah pulang atau sehat dan 57 orang meninggal dunia. Untuk Orang Dalam Pemantuan (ODP) sebanyak 950 orang, 765 diantaranya selesai dipantau dan 185 masih sementara dipantau.

. Antara

Loading

Comments

Baca Lainnya

FGD Pengelolaan Sampah Makassar, DLH Siapkan Skema Sanitary Landfill

19 April 2026 - 20:20 WITA

Tak Lagi Gelap, 40 Lampu Solar Cell Terangi Kepulauan Makassar

19 April 2026 - 15:27 WITA

Panitia Ajak Alumni di Seluruh Indonesia Meriahkan Mubes IKA Unhas

18 April 2026 - 21:55 WITA

Waspada! Nama Wawali Makassar Aliyah Dicatut untuk Penipuan

18 April 2026 - 16:01 WITA

Mensos RI Tinjau Fasilitas Sekolah Rakyat MA 26 Makassar

18 April 2026 - 14:18 WITA

Trending di Makassar