BERITA.NEWS, Sinjai — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN) diklaim tetap berjalan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Program ini bahkan disebut tetap disalurkan kepada siswa meski sekolah sedang libur, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan gizi peserta didik. Selasa, (30/12/2025).

Namun, di balik program tersebut, sejumlah siswa di Kabupaten Sinjai justru mengaku tidak menerima manfaatnya.
Padahal, makanan yang dibagikan selama masa libur bukan berupa hidangan masak, melainkan paket makanan kering berisi buah, biskuit, kacang, roti, dan susu.
Seorang orang tua siswa di SD 107 Kaloling, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Ambo Tuo (41), mengungkapkan kekecewaannya.
“Anak saya tidak mendapatkan MBG, sementara sekolah lain saya lihat dapat. Mereka bahkan mempostingnya di media sosial,” ujarnya.
Menurutnya, program MBG sangat membantu siswa selama libur sekolah, karena saat liburan anak-anak tidak lagi mendapatkan uang jajan.
Ia menilai kehadiran MBG seharusnya memberi kebahagiaan tersendiri bagi siswa, apalagi di masa libur panjang.
Sementara itu, pihak SPPG selaku penyalur MBG menjelaskan bahwa selama libur sekolah, terdapat dua opsi kebijakan yang diberikan kepada pihak sekolah, menerima atau menolak penyaluran MBG.
“Kemungkinan kepala sekolahnya yang menolak, dengan alasan proses pengambilannya dianggap ribet,” jelas narasumber.
Penyaluran MBG selama libur juga dilakukan secara rapel, yakni untuk jatah tiga hari sekaligus. Bentuk paket yang diterima siswa berupa makanan kering seperti kacang-kacangan, roti, susu, telur, abon, serta buah-buahan.
Kini, muncul pertanyaan besar di kalangan orang tua siswa, jika program tetap berjalan, mengapa masih ada siswa yang tak kebagian?
Masyarakat pun berharap agar penyaluran program ini dapat diawasi lebih ketat, sehingga benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan kesenjangan antar sekolah.
![]()





























