Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Program Gertak PKK Luwu Siap Diadopsi Pemprov Sulsel

badge-check

					Program Gertak PKK Luwu Siap Diadopsi Pemprov Sulsel Perbesar

BERITA.NEWS, Belopa – Program Gerakan Tanam Serentak (Gertak) sayuran, Tanaman Obat Keluarga (Toga) dilaunching oleh PKK Kabupaten Luwu bersama Pemkab Luwu, tepat di hari Jadi Kota Belopa, Kamis (13/2/2020)

Ikut pula dalam kegiatan ini, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, yang turut melakukan panen dan menanam beberapa jenis sayuran di Desa Senga Selatan.

Wakil Gubernur Sulsel, sangat mengapresiasi program gerakan serentak menanam sayur yang dicetus oleh Ketua Penggerak PKK Kabupaten Luwu, Hj. Hayarna Hakim bersama Dinas Pertanian.

“Ini program sangat baik dan bermanfaat bagi rumah tangga. Program ini akan kami coba di provinsi, jadi Belopa untuk Sulsel, kebun sayur dan pembibitan jamur Desa Senga Selatan bisa menjadi percontohan di Sulsel,” ujar Wakil Gubernur Sulsel.

Jika program ini bisa berjalan di setiap desa di Sulsel bahkan setiap dusun atau RT dan RW memiliki sebidang kebun sayuran, kata Wagub Sulsel, akan mengurangi pengeluaran rumah tangga.

“Bukan hanya itu, program ini secara tidak langsung juga berperan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui peningkatan gizi yang terkandung dalam sayuran. Keberadaan Tanaman Obat Keluarga atau TOGA juga mengurangi penggunaan obat-obatan medis,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Luwu, Hj. Hayarna Hakim, menjelaskan jika program Gertak dan Toga ini berjalan baik di seluruh 207 desa dan 20 kelurahan yang ada di Kabupaten Luwu akan sangat membantu rumah tangga dalam hal perekonomian mereka.

“Kami pernah hitung jumlah kebutuhan sayuran warga per hari dikalikan jumlah penduduk, hasilnya dalam satu tahun bisa menghemat pengeluaran hingga Rp1.3 triliun per tahunnya,” ujarnya.

“Itu dari sisi pengeluaran, jika program ini dikembangkan tentu bisa menjadi tambahan penghasilan,” tambahnya.

Isteri Bupati Luwu ini berharap program Gertak dan Toga juga bisa mengurangi lahan yang menganggur di Luwu.

“Luwu punya banyak sumber daya, lahan yang subur dan tanaman yang cukup melimpah. Jangan lagi ada lahan kosong yang tinggal tidak dimanfaatkan dengan baik,” imbaunya.

Untuk diketahui, pada launching gerakan serentak tanam sayur dan tanaman obat dipusatkan di Desa Senga Selatan. Ikut mendampingi Wagub, Bupati Luwu dan Ketua TP PKK Luwu, Kepala Desa Senga Selatan, Andi Arfan Basmin Mattayang.

“Kami sangat beruntung dan berterima kasih ditunjuknya Desa Senga Selatan sebagai percontohan program Gertak ini. Kami siapkan lahan hampir satu hektar di beberapa titik. Kami juga melakukan pengembangan bibir jamur,” kuncinya.

Muh Asri

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah