Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

Polisi Mengaku Sudah Kantongi Identitas Terduga Pelaku Perdagangan Manusia Lintas Provinsi

badge-check

					Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Khaerul Perbesar

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Khaerul

BERITA.BEWS, Makassar–Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Makassar mengaku telah mengindentifikasi identitas terduga pelaku dalam kasus perdagangan manusia yang melibatkan anak dibawah umur. Korban dalam kasus itu berinisial NI 17 tahun yang nyaris dikirim ke Dobo, Provinsi Maluku.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Khaerul mengatakan, kasus yang dilaporkan korban NI saat ini bakal ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

“Dugaan pelakunya sudah kami kantongi juga. Kalau sudah naik sidik (penyidikan) baru kita lakukan upaya hukum terhadap dua sampai tiga orang ini. Semuanya (pelaku) wanita,” kata Khaerul kepada awak media di kantornya, Senin (14/12/2020).

Dikatakan Khaerul, laporan dari kasus tersebut diterima dari petugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota pada Makassar, Kamis, 10 Desember 2020, lalu. Sehingga, Agus pun mengaku pihaknya tengah mengagendakan gelar perkara.

“Gelar perkara internal dilakukan hari ini, untuk menyesuaikan keterangan korban dan sejumlah alat bukti yang telah disita. Mulai dari salinan isi percakapan, KTP baru, hingga bukti pembelian tiket pemberangkatan,” katanya

“Jadi kita lengkapi dulu hasil pemeriksaan semua. Setelah kita sidik baru kita juga lakukan penangkapan terduga pelaku ini,” sambung Khaerul.

Dari hasil temuan sementara, lanjut Khaerul, para terduga pelaku merupakan komplotan jaringan besar lintas Provinsi. Jaringan ini diduga mengincar remaja di bawah umur untuk dipekerjakan di luar Kota Makassar.

Baca Juga :  Wali Kota Makassar Pilih Alihkan Anggaran Pengadaaan Randis ke Pendidikan dan Infrastruktur 

“Kemungkinan besarnya (perdagangan manusia) antar provinsi,” sebut Khaerul

Khaerul menyebut, motif sesungguhnya baru akan diketahui setelah komplotan ini tertangkap dan diperiksa lebih lanjut. Di sisi lain, Khaerul tidak menampik informasi bahwa salah satu terduga pelaku, membawa-bawa nama oknum anggota polisi.

“Tapi kita tegaskan siapapun yang terlibat pasti akan kita proses,” tegas Khaerul.

Lebih jauh, Khaerul menambahkan, pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus ini. Di antaranya, pendamping korban. Keterangan dan sejumlah alat bukti yang telah disita kata Khaerul, menjadi landasan kasus ini layak ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Karena jelas-jelas ada korban,” imbuh Khaerul.

Sebelumnya diberitakan, kasus ini pertama kali diadukan oleh Lukman Hakim. Pria 31 tahun mengaku sebagai tetangga NI di Jalan Satando, Kecamatan Ujung Tanah, usai mendengar cerita gadis malang itu.

Selain hendak dikirim ke Dobo untuk dipekerjakan sebagai PSK di tempat hiburan malam, korban dan keluarganya juga diminta untuk mengganti rugi semua biaya selama NI dirawat tiga terduga pelaku.

Korban NI, kabur dari Wisma di Kecamatan Biringkanaya tidak jauh dari Bandara Sultan Hasanuddin, Senin 7 Desember sekitar pukul 08.00 Wita. Usai mendengar ada upaya tawar menawar dari salah satu terduga pelaku ke seorang pria di telepon.

“Ada bahasa Rp15 Juta, kalau tiba di Dobo tapi harus layani laki-laki. Di situ marah. Ini Lia bilang kenapa ko tidak mau diboking, ini saja baru foto sudah ditawari Rp15 Juta. Waktu itu difoto dengan pakaian seksi,” ungkap Lukman beberapa waktu lalu. (*)

 

Loading

Comments

Baca Lainnya

Panitia Ajak Alumni di Seluruh Indonesia Meriahkan Mubes IKA Unhas

18 April 2026 - 21:55 WITA

Tuduh AS Ingkari Komitmen Negosiasi, Iran Tutup Kembali Selat Hormuz

18 April 2026 - 19:12 WITA

Waspada! Nama Wawali Makassar Aliyah Dicatut untuk Penipuan

18 April 2026 - 16:01 WITA

Mensos RI Tinjau Fasilitas Sekolah Rakyat MA 26 Makassar

18 April 2026 - 14:18 WITA

Gunakan Fasum Selama 30 Tahun, Lapak PKL di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri

18 April 2026 - 10:15 WITA

Trending di Makassar