Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Makassar

PKL Losari Gelar Unjuk Rasa, Wali Kota Tawarkan 3 Lokasi Alternatif 

badge-check

					Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat menemui peserta unjuk rasa pedagang kaki lima di Losari (dok) Perbesar

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat menemui peserta unjuk rasa pedagang kaki lima di Losari (dok)

BERITA.NEWS,Makassar- Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam memperhatikan nasib para pedagang pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pantai Losari.

Kepedulian itu kembali ditegaskan saat Munafri menerima perwakilan pedagang Pantai Losari yang melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Balai Kota Makassar, Senin (13/10/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Makassar, menawarkan sejumlah alternatif lokasi sementara bagi para pedagang, seperti area Car Free Day (CFD) Boulevard yang mampu menampung lebih dari 70 pedagang, serta CFD Sudirman sekitar 30 pedagang.

Selain itu, Pemkot juga tengah menyiapkan konsep “Sanday market”, sebuah kawasan kuliner dan UMKM yang lebih tertata dan representatif.

“Lokasi ini akan kami siapkan, dalam waktu dua minggu sebagai langkah lanjutan menunggu hasil kajian terhadap area tugu MNEK CPI,” ujar Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin kepada pedagang losari.

Wali Kota Makassar itu, menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan terus mencarikan solusi terbaik agar para pedagang memiliki tempat berjualan yang layak, tertib, dan tidak mengganggu kenyamanan publik.

Bahkan kata dia, pemerintah Kota tidak akan memungut biaya dari pedagang yang menempati lokasi sementara tersebut. Sebaliknya, Pemkot akan memastikan area tetap bersih, tertib, dan bebas dari parkir liar.

“Pedagang Losari akan tetap kami perhatikan. Saya selalu peduli terhadap pedagang, karena mereka juga bagian dari warga yang harus kami lindungi,” tegasnya.

Dijelaskan, Pemerintah Kota Makassar saat ini terus mencarikan solusi terbaik bagi para pedagang Pantai Losari yang terdampak penataan kawasan.

Ia menuturkan bahwa pihaknya tidak hanya melarang aktivitas berjualan di area yang dilarang, tetapi juga menyediakan lokasi relokasi yang layak dan tertib.

Baca Juga :  Sambut Hari Buruh, Munafri Siapkan May Day Fest di Lapangan Karebosi

Oleh sebab itu, mantan Bos PSM itu menegaskan bahwa Pemkot membuka dua lokasi alternatif yang bisa segera digunakan para pedagang, yakni area Car Free Day (CFD) Sudirman dan kawasan Panakkukang, serta MNEK CPI solusi sementara.

“Jadi, kami tidak hanya melarang dan memberhentikan, tapi juga memberikan solusi. Ada dua lokasi yang kami siapkan, tempat di CFD Sudirman dan sisanya di CFD Panakkukang,” tuturnya.

“Ada juga lokasi di MNEK CPI, tapi kami masih lakukan kajian. Ini agar pedagang tetap bisa berjualan dengan tertib dan nyaman,” tambah Munafri.

Ketua DPD II Golkar Kota Makassar itu menjelaskan, upaya ini merupakan bagian dari proses penataan kota agar kawasan publik seperti Pantai Losari tetap bersih, aman, dan tertib.

Pemkot Makassar ingin agar pedagang memiliki tempat berjualan yang lebih estetik tanpa kehilangan sumber penghidupan mereka.

Appi juga menyinggung rencana pemanfaatan kawasan MNEK CPI yang selama ini menjadi perhatian pedagang. Menurutnya, kawasan tersebut saat ini masih dalam tahap kajian bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kawasan MNEK ini akan dikembalikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Karena di sana merupakan area penyangga jembatan, jadi kami harus pelajari dulu secara teknis sebelum mengambil keputusan,” jelasnya.

Meski demikian, ia membuka peluang bagi kawasan tersebut untuk dijadikan lokasi kegiatan ekonomi rakyat di masa mendatang.

Kalau hasil kajian menunjukkan bisa dimanfaatkan, tentu akan atur. Mungkin konsepnya seperti Sunday Market, tempat kuliner dan UMKM mingguan yang tertata rapi.

“Tapi semua fasilitas akan disiapkan Pemkot, pedagang tinggal berjualan tanpa harus membawa perlengkapan sendiri,” ungkapnya.

Wali Kota kembali menegaskan, relokasi ini dilakukan dengan prinsip tanpa pungutan. Pemerintah akan memastikan lokasi baru tersebut tetap bersih, aman, dan bebas dari parkir liar.

“Kami ingin pedagang Losari tetap mendapat perhatian. Kami paham mereka bagian dari warga yang harus dilindungi, dan kami akan terus berikan ruang untuk mencari nafkah dengan cara yang tertib dan manusiawi,” tutup Munafri.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Tjakap Djiwa Diluncurkan, Aryaduta Makassar Mulai Program Wellness

25 April 2026 - 18:59 WITA

Appi Dorong KORMI Hidupkan Olahraga Massal se-Kota Makassar

25 April 2026 - 15:02 WITA

Sambut Hari Buruh, Munafri Siapkan May Day Fest di Lapangan Karebosi

24 April 2026 - 17:54 WITA

Munafri Isi WFH Bersama SKPD Pantau Jumat Bersih di Wajo dan Ujung Tanah

24 April 2026 - 14:09 WITA

Hadiri Rakor Strategi KIE, Wali Kota Munafri Tegaskan Komitmen Atasi Sampah Makassar

23 April 2026 - 19:35 WITA

Trending di Makassar