BERITA.NEWS, Makassar – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel saat ini tengah menanti verifikasi pusat terkait usulan dana pinjaman dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp 2 triliun lebih.
Pelaksana Tugas (Plt) Bappelitbangda Sulsel Junaedi mengaku hingga saat ini pihaknya masih menunggu informasi lanjutan mengenai dana pinjaman tersebut. Diusulkan dua kali di tahun 2020 sebesar Rp 1.95 triliun dan Rp 1 triliun tahun 2021.

“Kita masih menunggu info dari pusat, yang pasti semua dokumen telah kita ajukan,” ucap Edi sapaan akrabnya, Selasa (8/9/2020).
Edy mengatakan dana PEN yang disalurkan ke tiap daerah sifatnya pinjaman dari Kemenkeu melibatkan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 105/2020. Waktu pengembalian selama Rp 10 tahun.
“Sampai saat ini, menurut PT SMI belum ada daerah yang direalisasi pengajuannya. Masih dalam tahap verifikasi,” ungkapnya.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) menjelaskan, program PEN ini rasionalisasi berbagai anggaran dari pusat. Khususnya dana transfer seperti dana alokasi khusus (DAK) yang ditarik ke pusat. Sehingga pusat mengganti lewat skema pinjaman.
“Dengan anggaran yang tersedia, lebih banyak yang bermohon daripada yang akan mendapatkan. Maka kalau kita dapat ini, harus disyukuri, karena ini adalah pinjaman dengan bunga nol persen,” ujarnya.
. ANDI KHAERUL
![]()





























