Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Pemkot Parepare Punya Perda KLA, Pertahankan Predikat Nindyah

badge-check

					Pemkot Parepare Monev persiapan penilaian verifikasi Kota Layak Anak (KLA) (dok) Perbesar

Pemkot Parepare Monev persiapan penilaian verifikasi Kota Layak Anak (KLA) (dok)

BERITA.NEWS,Makassar- Pemkot Parepare tengah mempersiapkan tahap verifikasi penilaian Kota Layak Anak (KLA) 2023.

Sebelumnya, Pemkot Parepare telah dua tahun berturut-turut menerima penghargaan KLA tingkat Nindya.

Penghargaan itu sepertinya akan kembali hadir, apalagi Pemkot saat ini sudah memiliki Perda KLA yang menjadi nilai plus saat penilaian.

Kepala Bidang Perencanaan SDM dan Sosbud Bappeda Parepare, Dede Alamsyah Wakkang memimpin rapat.

Hadir Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3A Parepare, Zulkifli Thalib, bersama setiap SKPD dan stakeholder anggota Gugus Tugas KLA.

“Rapat ini dalam rangka persiapan verifikasi lapangan secara hybrid maupun kunjungan langsung.

Baca Juga :  Zero Halinar Digencarkan, Rutan Barru Gelar Tes HIV Serentak bagi Warga Binaan

Jadi SKPD dan stakeholder diharapkan menguasai pertanyaan sesuai kluster masing-masing,” kata Dede.

Dede mengungkapkan, nilai pada saat penginputan mandiri adalah 914, dan harapkan bisa pertahankan.

“Paling tidak Parepare bisa mempertahankan posisi Nindya yang sudah raih selama dua tahun berturut-turut,” harap Dede.

Dede mengemukakan, salah satu yang berbeda dari penilaian KLA sebelumnya adalah bahwa pada tahun ini Parepare sudah memiliki Perda KLA.

Hal itu menjadi salah satu syarat penting dalam penilaian kelembagaan.

Dalam rapat juga bahas persiapan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Sekolah Ramah Anak (SRA) dan

Rumah Ibadah Ramah Anak (RIRA) yang sejak tahun lalu sudah diadakan dengan melibatkan semua SKPD penanggungjawab kluster maupun stakeholder lainnya.

“Stakeholder yang dilibatkan antara lain Kemenag, dunia usaha dan pemerhati anak

untuk meningkatkan kualitas kedua tempat dimaksud (SRA dan RIRA). Sehingga hak anak bisa dipenuhi sesuai regulasi yang ada,” tandas Dede

Loading

Comments

Baca Lainnya

Zero Halinar Digencarkan, Rutan Barru Gelar Tes HIV Serentak bagi Warga Binaan

20 April 2026 - 15:42 WITA

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Trending di Daerah