Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Bantaeng

Pembagian Bansos Sembako Terdampak Covid-19 di Bantaeng Mengacu DTKS

badge-check

					Kadis Sosial Bantaeng, Syamsir. Perbesar

Kadis Sosial Bantaeng, Syamsir.

BERITA.NEWS, Bantaeng – Sebanyak 3.565 kepala keluarga di Kabupaten Bantaeng mulai mendapatkan bantuan sosial sembako.

Bansos sembako ini diberikan kepada mereka yang terdampak wabah virus Corona yang selama ini sangat meresahkan warga.

Hal ini dilakukan oleh pemkab mengingat adanya imbauan kepada masyarakat untuk sementara ini tetap berada di rumah saja demi menghindari penyebaran virus corona.

Keharusan masyarakat berada di rumah saja membuat banyak di antara mereka mengalami dampak ekonomi dikarenakan aktivitas keseharian dalam mencari pendapatan berkurang. Bahkan ada yang sampai terhenti sama sekali.

Namun sangat disayangkan ternyata dalam pembagian bansos ini dianggap kurang tepat sasaran dikarenakan data yang digunakan oleh Dinas Sosial tersebut menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang pendataannya dilakukan di akhir tahun 2019 lalu.

Padahal seharusnya pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial dalam menetapkan penerima bansos berupa sembako untuk yang terdampak virus corona ini melakukan pendataan baru di lapangan untuk mengetahui dan menetapkan warga yang betul-betul terdampak wabah covid-19 ini.

Kepala Kelurahan Karatuang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Ahmad Amiruddin mengatakan kalau dirinya sempat melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Sosial dengan menyodorkan data warganya yang terdampak virus corona ini.

“Saya sempat sodorkan datanya ke dinas Sosial data warga yang terdampak namun tidak diakomodir,” ucapnya, Jumat (17/4/2020).

Menurutnya, hal itu dilakukan dengan alasan bahwa data yang akan dipakai itu harus bedasar di DTKS.

Padahal, menurutnya sebelumnya telah dilakukan pertemuan untuk dilakukan pendataan kepada warga yang terkena dampak corona pada hari Senin 13 April 2020 lalu pada saat dilaksanakannya pertemuan di ruang pola kantor bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bantaeng, Syamsir menyampaikan kalau data yang digunakan dalam pembagian bantuan sosial berupa sembako ini adalah yang ada dalam DTKS.

“Jadi kami mengacu pada DTKS yang sudah tertuang dalam SK Kementrian Sosial,” tuturnya.

Sedangkan yang ada dalam DTKS itu adalah hasil musyawarah yang telah dilakukan oleh pemerintah desa dan kelurahan.

“Kami hanya menerima data dari hasil musyawarah desa dan kelurahan yang kemudian kami kirimkan ke Kementrian Sosial untuk dibuatkan SK,” jelasnya.

Menurutnya, ada sebanyak 24.218 kepala keluarga penerima manfaat yang terdata dalam DTKS.

“24.218 ini adalah yang ada dalam DTKS, sedangkan ada 10.512 kepala keluarga yang sudah tidak layak lagi menerima pembagian sembako ini dikarenakan sudah terdaftar sebagai penerima Program keluarga Harapan dan penerima bantuan serupa,” ungkapnya.

Jumlah yang akan menerima bantuan sosial sembako karena terdampak corona ini tersisa hanya 15.210 kepala keluarga.

“Jumlah inilah yang kami verifikasi yang mana betul-betul terdampak, yang menghasilkan 3.565 kepala keluarga ” ucaonya

Syamsir menuturkan kalau penyaringan ini dilakukan agar bantuan yang akan diberikan ke masyarakat ini tidak tindih atau double.

Pemkab juga rencananya akan mengatur kembali sisanya yang belum menerima bansos sembako ini dan semua yang menyangkut bansos untuk yang terdampak wabah virus Corona ini diarahkan ke DTKS yang telah di buatkan SK oleh pusat.

. Saharuddin

Loading

Comments

Baca Lainnya

Pelayanan Tak Libur! Disdukcapil Bantaeng Pastikan Dokumen Warga Tetap Aman Selama Ramadan

24 Februari 2026 - 18:54 WITA

administrasi kependudukan

Disdukcapil Bantaeng Catat Ribuan Layanan Adminduk Sepanjang 2025, IKD Hampir Tembus 10 Ribu

15 Januari 2026 - 11:22 WITA

data penduduk

500 Eks Buruh Huadi Bangkit! Resmi Bentuk Serikat Baru untuk Lawan Ketidakadilan dan Tuntut Hak yang Tak Dibayar

13 Oktober 2025 - 12:59 WITA

Serikat Buruh

Tiga Kali Keguguran, Eks Buruh PT Huadi Bantaeng Ceritakan Derita di Balik Pabrik Nikel

13 Oktober 2025 - 12:00 WITA

Buruh

Eks Karyawan PT Huadi Bantaeng Bongkar Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan: Hak Kami Diabaikan

12 Oktober 2025 - 13:00 WITA

PHK Buruh
Trending di Bantaeng