BERITA.NEWS, Sinjai — Antrean panjang kendaraan di salah satu SPBU Alenangka wilayah Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, tak sekadar jadi pemandangan biasa. Di tengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), situasi ini justru memicu kecurigaan publik, ada apa sebenarnya di balik antrean yang tak kunjung terurai?
Sejak siang hari, deretan kendaraan mengular tanpa kepastian. Namun, di tengah penantian panjang itu, sejumlah pengendara mengaku menyaksikan aktivitas mencurigakan yang memancing emosi.

Salah satu pengendara, Ardi, mengungkapkan pengalamannya saat mengantre sekitar pukul 11.00 WITA, Selasa (24/3/2026). Ia mengaku melihat kendaraan roda dua yang diduga berulang kali mengisi BBM menggunakan jerigen.
“Antrean panjang, tapi ada motor yang bolak-balik bawa jerigen. Bahkan ada yang pakai botol air isi ulang 5 liter berkali-kali,” ujarnya dengan nada kesal.
Menurutnya, kondisi ini sangat merugikan masyarakat lain yang sudah sabar menunggu giliran. Ia bahkan menduga ada pihak tertentu yang mendapat perlakuan khusus.
“Kasihan yang lain yang sudah antre lama. Harusnya ada pengawasan ketat. Jangan sampai ada yang ‘main belakang’,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lain di lokasi. Mereka menilai lemahnya pengawasan membuka celah praktik yang tidak tertib, bahkan diduga mengarah pada penyalahgunaan distribusi BBM di tengah situasi langka.
Namun yang paling menyita perhatian justru sikap pengelola SPBU Alenangka saat dikonfirmasi wartawan.
Pengelola SPBU Sinjai Selatan, Nurman, bukannya memberikan klarifikasi tegas terkait dugaan praktik tersebut, justru melontarkan pernyataan yang menuai tanda tanya.
“Saya juga orang media. Kalau mau diberitakan, silakan naikkan juga SPBU lain. Saat ini BBM memang langka, jadi antrean panjang tidak bisa dihindari,” ujarnya.
Pernyataan ini sontak memicu persepsi publik. Alih-alih menjawab substansi keluhan, pengelola justru membawa-bawa statusnya sebagai “orang media” yang oleh sebagian warga dinilai seperti tameng untuk meredam kritik.
Kuat dugaan, klaim tersebut sengaja dilontarkan untuk mengalihkan fokus dari persoalan utama yaitu dugaan adanya pengisian berulang menggunakan jerigen di tengah antrean panjang masyarakat.
Hingga kini, belum ada penjelasan rinci terkait mekanisme pengawasan di SPBU tersebut, termasuk aturan pembelian menggunakan wadah seperti jerigen.
![]()





























