Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Internasional

Netanyahu Kembali Dilantik Sebagai PM Israel

badge-check

					Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (AP/Ariel Schalit) Perbesar

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (AP/Ariel Schalit)

BERITA.NEWS, Jakarta – Benjamin Netanyahu akhirnya kembali dilantik menjadi Perdana Menteri Israel oleh parlemen (Knesset), setelah melalui tiga kali pemilihan umum yang membuat praktik politik di negara itu hampir lumpuh selama 1,5 tahun.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (18/5), parlemen melantik Netanyahu pada Minggu (17/5) kemarin, setelah sepakat memberikan mandat pemerintahan.

Netanyahu dan pesaingnya, Benny Gantz, menyetujui pembentukan kabinet gabungan yang berisi 36 menteri dan 16 wakil menteri. Keduanya sepakat pada April lalu untuk mengesampingkan perbedaan untuk bersama-sama membawa perekonomian Israel keluar dari krisis akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Mereka juga membuat kesepakatan yang dinilai kontroversial, yakni bergantian mengisi posisi perdana menteri dan perdana menteri alternatif masing-masing dalam jangka waktu 18 bulan. Netanyahu yang akan mengisi masa kepemimpinan pertama.

Gantz juga dilantik untuk mengisi posisi perdana menteri alternatif selepas Netanyahu.

Celah hukum itu dimanfaatkan keduanya setelah Jaksa Agung Israel menyatakan tidak ada aturan yang bisa menghalangi mereka menjalankan kesepakatan tersebut.

Netanyahu dan Gantz juga menyatakan koalisi mereka akan mendapat jatah kursi menteri dengan jumlah yang sama, dan masing-masing mempunyai kekuatan veto untuk menolak keputusan yang dinilai berpengaruh besar.

Meski begitu, pemerintahan Netanyahu dan Gantz dikritik lantaran kabinet yang dinilai terlampau gemuk, padahal di saat yang sama tingkat pengangguran di Israel meningkat 25 persen akibat dampak pandemi virus corona.

Sejumlah anggota senior Partai Likud yang mengusung Netanyahu sempat mengancam akan mencabut dukungan karena tidak diberi posisi di kabinet. Alhasil, Netanyahu memutuskan untuk membuat sejumlah kementerian baru yakni menteri pengembangan masyarakat, menteri urusan pemukiman, menteri pendidikan tinggi dan sumber daya air, serta kementerian penghubung parlemen dan kabinet.

Masing-masing kementerian baru itu diberikan jatah staf, kantor hingga sopir.

Tokoh oposisi Israel, Yair Lapid, menyatakan kesepakatan Netanyahu dan Gantz serta pembentukan pos kementerian baru melukai kepercayaan masyarakat Israel.

“Setelah omong kosong soal ‘pemerintahan darurat’, pemerintahan yang dibentuk hari ini adalah yang paling gemuk dan paling sia-sia sepanjang sejarah negara ini,” kata Lapid, mengutip CNN Indonesia.

Lapid yang mulanya bersekutu dengan Gantz kini pecah kongsi. Sebab, Gantz pernah berjanji tidak akan mau berada di dalam pemerintahan Netanyahu yang menjadi tersangka korupsi dan mulai menjalani persidangan pekan depan.

Gantz menyatakan bersedia bersekutu dengan Netanyahu dengan alasan hal ini adalah jalan terbaik supaya Israel tidak terjerumus dalam krisis.

“Masyarakat menginginkan pemerintahan gabungan dan inilah yang mereka dapatkan. Kami memutuskan mengabdi bersama untuk negeri,” ujar Gantz.

Sambil menunggu giliran masa jabatan sebagai perdana menteri, Gantz diberi posisi sebagai menteri pertahanan Israel.

Jika sudah tiba masanya, Netanyahu akan menjabat posisi perdana menteri alternatif. Hal itu membuat dia tetap menjabat di dalam pemerintahan dan bisa berlindung di balik jabatannya selama proses persidangan kasus korupsi yang dituduhkan kepadanya berlangsung hingga banding.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Harapan Damai di Ujung Tanduk, Pembicaraan AS–Iran Terhenti di Islamabad

12 April 2026 - 13:07 WITA

Iran Kunci Selat Hormuz di Tengah Perang, Janji Dibuka Usai Konflik

11 April 2026 - 10:13 WITA

Erdogan Menang Pilpres, Pimpin Turki Hingga 2028

29 Mei 2023 - 10:12 WITA

Indonesia Bekuk Thailand 5 – 2 di Final, Raih Emas Setelah 32 Tahun

16 Mei 2023 - 23:30 WITA

Andalan Pakai Baju Adat Jadi Pembicara di Forum UNESCO

22 Februari 2023 - 14:44 WITA

Trending di Internasional