BERITA.NEWS, Bulukumba — Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mulai menunjukkan hasil yang bikin publik tercengang. Dari pesisir Bulukumba, Sulawesi Selatan, hampir satu ton ikan segar hasil tangkapan nelayan lokal sukses menembus pasar ekspor Arab Saudi. Jumat (9/1/2026).
Ekspor perdana ini disebut sebagai bukti nyata penguatan ekonomi nelayan sekaligus keberhasilan membangun rantai nilai perikanan dari hulu ke hilir.

Tak sekadar wacana, ikan hasil tangkapan nelayan KNMP Bentenge kini benar-benar terbang ke pasar internasional.
Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP, Trian Yunanda, mengungkapkan bahwa hampir satu ton ikan segar tersebut dilepas langsung dari kawasan KNMP Bentenge, Kabupaten Bulukumba.
Ikan-ikan itu dikirim menggunakan mobil pendingin milik KNMP menuju Makassar sebelum diterbangkan ke Jeddah.
“Inilah yang kami ingin hadirkan dari program KNMP, bagaimana meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus memperluas jangkauan pasar. Dari yang tadinya hanya lokal, kini bisa menembus pasar internasional,” ujar Trian dalam keterangan tertulisnya, akhir pekan ini.
Tak berhenti di situ, Trian menyebut pembangunan infrastruktur KNMP Bulukumba kini hampir rampung.
Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menyalurkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari kapal, mesin kapal, alat tangkap, hingga mobil pendingin yang akan dikelola koperasi nelayan.
Fasilitas KNMP Bentenge terbilang lengkap, mencakup tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, SPBUN, bengkel kapal, kios perbekalan, balai nelayan, serta sistem rantai dingin.
Rantai dingin itu meliputi pabrik es portabel, gudang beku, coolbox, hingga mobil pendingin.
“Setelah beroperasi penuh, kami berharap produktivitas perikanan Bulukumba meningkat signifikan dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Potensinya besar dan nelayannya sangat produktif,” kata Trian.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bulukumba, Muh. Thaiyeb Maningkasi, menyatakan pemerintah daerah siap menjadikan KNMP Bentenge di Kecamatan Ujung Bulu sebagai pusat aktivitas perikanan pesisir.
Menurutnya, fasilitas yang lengkap akan mempermudah konsolidasi produksi sekaligus distribusi hasil tangkapan nelayan.
“Bapak Bupati sangat fokus mengembangkan sektor perikanan, sehingga kehadiran KNMP ini benar-benar membantu nelayan,” ujar Thaiyeb.
Yang mengejutkan, setelah ekspor perdana hampir satu ton ikan kerapu macan dan tenggiri ke Arab Saudi, pihak eksportir langsung menawarkan peningkatan permintaan hingga 2,5 ton per hari.
Tawaran ini dinilai sebagai peluang emas untuk mendongkrak ekonomi perikanan Bulukumba.
“Selain kerapu macan dan tenggiri, kami juga punya kakap merah, layang, dan berbagai ikan karang bernilai jual tinggi,” tutup Thaiyeb.
KNMP kini diproyeksikan menjadi simpul baru kebangkitan ekonomi nelayan pesisir Bulukumba, dari kampung nelayan, menuju pasar dunia.
![]()





























