Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Melayat Ibunda Jokowi, Khofifah: Eyang Noto Semasa Hidupnya Rendah Hati

badge-check

					Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa meberikan keterangan usai melayat ibunda Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo di Jalan Pleret Raya No.9A Banyuanyar Solo, Kamis (26/3/2020). (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto) Perbesar

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa meberikan keterangan usai melayat ibunda Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo di Jalan Pleret Raya No.9A Banyuanyar Solo, Kamis (26/3/2020). (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

BERITA.NEWS, Solo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa mengatakan almarhum ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi Notomihardjo (Eyang Noto) semasa hidupnya “low profile” atau rendah hati.

“Eyang Noto saya mengenal sebelum Pak Jokowi menjadi Presiden, beliau membangun egaliterisme, dan rajin hadir setiap ada undangan pengajian,” kata Khofifah usai melayat di rumah duka Jalan Pleret Raya 9A Banyuanyar Solo, Kamis (26/3/2020).

Menurut Khofifah dirinya bertemu dengan putri eyang Noto, dan yang ditanyakan apa wasiat beliau sebelum wafat, pada Rabu (25/3), sekitar pukul 16.45 WIB.

“Beliau selesai menjalankan Sholat Dhuhur bertanya apakah sudah waktunya Ashar. Beliau sebelum wafat sempat berdialog dengan putri-putrinya. Beliau juga sempat berfoto bersama sebelum meninggalkan kita semua,” katanya,

Salah satu wasiat beliau, kata dia, agar putra putrinya melanjutkan silatuhrahim dengan teman-teman beliau. Beliau juga berpesan jika ada sisa rejeki hartanya agar untuk diwakafkan masjid.

“Saya mengenal beliau sebelum pak Jokowi menjadi Presiden, hampir tidak pernah meninggalkan shalat berjemaah subuh di masjid, kemudian magrib dan Isya,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi rumah duka menyebutkan ratusan karangnya buka datang dari berderet memenuhi sepanjang Jalan Letjen Suprapto Banyuayar Solo.

Karangan bunga datang dari berbagai kalangan baik pejabat negara, swasta, ormas maupun pribadi dan lainnya. Karangan bunga untuk almarhum ibunda Jokowi berjejer panjangnya sekitar satu kilometer.

Karangan bunga duka cita, antara lain dari mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, mantan Wakil Presiden Yusuf Kalla, dan pejabat negara lainnya.

Sudjiatmi Notomihardjo meninggal dunia pada usia 77 tahun karena penyakit kanker. Jenazah almarhumah rencananya dimakamkan di Pemakaman Keluarga Mundu, Selokaton, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada Kamis, pukul 13.00 WIB.

. Antara

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

18 April 2026 - 22:09 WITA

bbm

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

Trending di Nasional