Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Libur Panjang Akhir Oktober, Anggota DPR Minta Titik Keramaian Diawasi Ketat

badge-check

					Ilustrasi: Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di Kawasan Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, belum lama ini. (net) Perbesar

Ilustrasi: Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di Kawasan Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, belum lama ini. (net)

BERITA.NEWS, Jakarta – Masyarakat akan memasuki libur panjang di tengah pandemi Corona pada akhir Oktober 2020.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati mengingatkan masyarakat melindungi diri sendiri dan keluarga dari COVID-19.

“Liburan sehat. Pastinya masyarakat harus menjaga dan melindungi diri sendiri, keluarga dan kerabat dengan protokol kesehatan,” ujar Kurniasih, saat dihubungi Rabu (21/10/2020).

Kurniasih mengatakan pengelola tempat wisata juga perlu menyediakan sarana untuk penerapan protokol kesehatan. Di antaranya dengan menyiapkan tempat cuci tangan hingga masker gratis.

“Sediakan sarana untuk pelaksanaan 3M, seperti masker gratis, tempat cuci tangan atau hand sanitizer yang terisi penuh jangan kosong dan rambu-rambu jaga jarak,” kata Kurniasih.

Tidak hanya itu, dia juga menilai perlu banyaknya imbauan kepada masyarakat terkait protokol kesehatan di tempat ramai. Kampanye protokol kesehatan juga dinilai perlu disosialisasikan lebih aktif lagi oleh semua pihak.

“Harus dipasang banyak media komunikasi informasi terkait protokol kesehatan di semua tempat-tempat keramaian. Juga harus sering diumumkan reminder tentang protokol kesehatan di tempat-tempat keramaian,” tuturnya.

“Semua media online dan offline harus masif kampanyekan protokol kesehatan selama liburan panjang. Radio, televisi, sosmed dan semua jenis media menjadi sarana kampanye tersebut,” sambungnya.

Hal terakhir menurutnya, perlu adanya pengetatan pengawasan di berbagai titik. Serta penambahan personel untuk pengawasan.

“Pengawasan di semua titik keramaian harus ditingkatkan, ditambah personel pengawasannya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan cuti bersama pada 28 dan 30 Oktober. Dua tanggal cuti bersama itu mengapit tanggal merah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 29 Oktober. Kebijakan cuti bersama ini ini diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 17 tahun 2020.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mewanti-wanti jangan sampai libur panjang berdampak pada kenaikan kasus Corona di Indonesia. Jokowi mengingatkan soal long weekend pada Agustus 2020 yang mengakibatkan kasus Corona meningkat.

“Ratas hari ini kita berbicara antisipasi penyebaran COVID berkaitan dengan libur panjang di akhir Oktober 2020. Mengingat kita punya pengalaman kemarin libur panjang 1,5 bulan yang lalu, setelah itu terjadi kenaikan agak tinggi,” kata Jokowi di akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (19/10).

  • DETIK

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

18 April 2026 - 22:09 WITA

bbm

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

Trending di Nasional