Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Sinjai

Legislator PKB Sinjai Soroti Kerusakan Irigasi Borongpao, Ancaman Gagal Panen di Depan Mata

badge-check

					Anggota DPRD Sinjai Fraksi PKB, Saldi. (Foto: Istimewa) Perbesar

Anggota DPRD Sinjai Fraksi PKB, Saldi. (Foto: Istimewa)

BERITA.NEWS, Sinjaj – Dugaan kerusakan pada jaringan irigasi Borongpao di Desa Pattallassang, Kecamatan Sinjai Timur, mengundang keprihatinan serius dari anggota DPRD Sinjai Fraksi PKB, Saldi.

Ia menilai, kondisi ini berpotensi mengganggu produktivitas pertanian dan mengancam ketahanan pangan masyarakat setempat.

“Kita tidak ingin terjadi gagal panen. Irigasi yang rusak dapat berdampak pada hasil pertanian, jadi sepakat jika secepatnya dilakukan perbaikan,” ujar Saldi, Jumat (4/4/2025) kemarin.

Sebagai langkah konkret, Saldi menyatakan kesiapannya meninjau langsung lokasi dan telah melakukan komunikasi dengan Komisi III DPRD Sinjai yang membidangi infrastruktur.

“Insyaallah saya akan ke lokasi. Ini ranah komisi saya juga karena terkait pengawasan infrastruktur,” tegasnya.

Proyek rehabilitasi irigasi tersebut merupakan pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sinjai, dikerjakan oleh CV. Duta Sarana dengan pengawasan dari PT. Indo Pratama Sari.

Proyek senilai Rp1,52 miliar ini dimulai sejak 6 Juni 2024 dengan tujuan memperkuat irigasi primer dan sekunder di wilayah Borongpao.

Kerusakan teridentifikasi pada Kamis (3/4/2025), berupa ambruknya bagian lantai saluran irigasi akibat erosi tanah yang dipicu hujan deras. Permukaan tanah di bagian alas saluran dilaporkan jebol.

Terlisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Sinjai, H. Kamaruddin, menjelaskan bahwa proyek sepenuhnya berada dalam tanggung jawab teknis Dinas PUPR.

“Untuk kualitas pekerjaan, itu ranah pelaksana dan pengawas proyek,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, sekitar 6 hektar lahan sawah bergantung pada saluran irigasi ini.

“Jika tidak segera ditangani, potensi dampak cukup besar, walau saat ini belum signifikan karena sudah mendekati masa panen,” tambah Kamaruddin.

Sementara itu, Kadis PUPR Sinjai, Haris Achmad, memastikan bahwa perbaikan akan segera dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak kontraktor, mengingat proyek masih dalam masa pemeliharaan.

Ia juga meluruskan informasi terkait jenis kerusakan. “Yang rusak bukan infrastruktur irigasi baru, melainkan tanggul eksisting yang jebol akibat luapan air alami,” jelas Haris.

Pihaknya telah memasang pipa pembuangan, namun berencana menambah pintu pembuangan di bawah saluran untuk efektivitas.

“Saluran tetap berfungsi karena menggunakan beton. Insyaallah pintu pembuangan akan segera dibuat,” pungkasnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Belum Tuntas Dugaan Korupsi PDAM, Kajari Sinjai Malah Dipindah! Segini Harta Kekayaan Mohammad R Bugis

14 April 2026 - 14:11 WITA

harta-kekayaan

Breaking News! Kajari Sinjai Resmi Dipindah, Nasib Kasus Korupsi PDAM Menggantung

14 April 2026 - 12:53 WITA

mutasi

Mutasi Besar-besaran di Polres Sinjai! Ini Daftar Lengkap Pejabat Baru yang Dilantik

14 April 2026 - 09:39 WITA

sertijab

Operasi Mendadak di Sinjai, Pedagang Pasar Mannanti Kaget Saat Rokok Ilegal Disapu Bersih

13 April 2026 - 13:33 WITA

rokok-ilegal

Beredar Kabar Camat Beri Izin, Tokoh Masyarakat Bongkar Fakta Mengejutkan Soal Pengobatan Puang Risal

11 April 2026 - 18:44 WITA

dukun-viral
Trending di Sinjai