Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Sinjai

Kinerja Dinas Peternakan Sinjai Dipertanyakan, Legislator Kritik Penanganan PMK yang Lamban

badge-check

					Anggota DPRD Sinjai dari Fraksi PKB, Saldi. (Foto: Istimewa) Perbesar

Anggota DPRD Sinjai dari Fraksi PKB, Saldi. (Foto: Istimewa)

BERITA.NEWS, Sinjai – Kinerja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menuai sorotan.

Lembaga tersebut dinilai gagal mengatasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ribuan ekor sapi di daerah tersebut.

Anggota DPRD Sinjai dari Fraksi PKB, Saldi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya respons dinas terkait dalam menangani lonjakan kasus PMK.

“Soal PMK, saya sudah koordinasikan ke Dinas Peternakan, namun slow respon,” ujar Saldi, legislator dari Dapil Sinjai II, Jumat (15/3/2025).

Berdasarkan data, sebanyak 2.064 ekor sapi di Kabupaten Sinjai telah terjangkit PMK, tersebar di tujuh kecamatan. Dari jumlah tersebut, delapan ekor sapi dilaporkan mati.

Kondisi ini semakin memprihatinkan karena asuransi hewan ternak sapi di Sinjai telah dihapuskan, membuat peternak semakin terjepit secara ekonomi.

“Kasihan peternak kita. Selain ternaknya terserang PMK, asuransi kematian ternak juga sudah dihapus, padahal mereka sudah bertahun-tahun membayar iuran,” tutur Saldi.

Ia menilai kebijakan tersebut sangat tidak berpihak kepada peternak. “Asuransi dihilangkan justru saat PMK merebak, ini tidak sportif,” lanjutnya.

Saldi juga mengaku sudah beberapa kali meminta solusi kepada Dinas Peternakan terkait wabah ini, namun selalu mendapatkan jawaban yang sama “tidak ada anggaran”.

“Saya sudah sampaikan berkali-kali, tapi alasan mereka selalu tidak ada anggaran. Sampai kapan peternak dibiarkan menderita?” tandasnya.

Sorotan ini menambah panjang daftar kritik terhadap kinerja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sinjai.

Peternak berharap ada langkah nyata dan cepat dari pemerintah daerah untuk mengatasi PMK, agar tidak semakin merugikan mereka yang menggantungkan hidupnya pada sektor peternakan.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Belum Tuntas Dugaan Korupsi PDAM, Kajari Sinjai Malah Dipindah! Segini Harta Kekayaan Mohammad R Bugis

14 April 2026 - 14:11 WITA

harta-kekayaan

Breaking News! Kajari Sinjai Resmi Dipindah, Nasib Kasus Korupsi PDAM Menggantung

14 April 2026 - 12:53 WITA

mutasi

Mutasi Besar-besaran di Polres Sinjai! Ini Daftar Lengkap Pejabat Baru yang Dilantik

14 April 2026 - 09:39 WITA

sertijab

Operasi Mendadak di Sinjai, Pedagang Pasar Mannanti Kaget Saat Rokok Ilegal Disapu Bersih

13 April 2026 - 13:33 WITA

rokok-ilegal

Beredar Kabar Camat Beri Izin, Tokoh Masyarakat Bongkar Fakta Mengejutkan Soal Pengobatan Puang Risal

11 April 2026 - 18:44 WITA

dukun-viral
Trending di Sinjai