Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Sinjai

Kasus PMK Meningkat, DPKH Sinjai Sarankan Pembelian Daging di RPH Resmi Jelang Idul Fitri

badge-check

					Petugas DPKH Sinjai Lakukan Vaksinasi ke Sapi Warga. (Foto: Istimewa) Perbesar

Petugas DPKH Sinjai Lakukan Vaksinasi ke Sapi Warga. (Foto: Istimewa)

BERITA.NEWS, SINJAI – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, ketersediaan daging sapi di Kabupaten Sinjai dipastikan dalam kondisi aman.

Meskipun kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mengalami peningkatan, Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) memastikan pasokan daging tetap tersedia dan aman untuk dikonsumsi.

Kepala DPKH Sinjai, Burhanuddin, mengimbau masyarakat untuk membeli daging sapi dari Rumah Potong Hewan (RPH) resmi guna menjamin kualitas dan keamanannya.

“Stok aman, kita sarankan kepada warga Sinjai untuk membeli daging sapi hasil pemotongan RPH karena terjamin kesehatannya,” ujar Burhanuddin.

Saat ini, terdapat dua RPH aktif di Kabupaten Sinjai yang berlokasi di Kecamatan Sinjai Utara dan Sinjai Selatan.

Pihak DPKH juga terus melakukan pengawasan ketat guna memastikan daging yang beredar tetap layak konsumsi.

Kasus PMK di Sinjai Meningkat

Meski stok daging aman, kasus PMK di Sinjai menunjukkan peningkatan menjelang Idul Fitri 2025. Data terbaru mencatat sebanyak 2.201 ekor sapi terjangkit PMK, yang tersebar di tujuh kecamatan.

Kecamatan Sinjai Selatan menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, mencapai 1.234 ekor, diikuti oleh Tellulimpoe (459 ekor), Sinjai Barat (237 ekor), Sinjai Tengah (135 ekor), Bulupoddo (122 ekor), Sinjai Timur (5 ekor), dan Sinjai Borong (9 ekor).

Selain itu, angka kematian sapi akibat PMK juga mengalami peningkatan. Hingga saat ini, tercatat 9 ekor sapi mati, dengan rincian 8 ekor di Kecamatan Sinjai Selatan dan 1 ekor di Sinjai Barat.

Meski demikian, Burhanuddin menegaskan bahwa daging sapi yang terjangkit PMK tetap aman dikonsumsi, asalkan hanya bagian dagingnya yang digunakan, sementara organ dalam dan tulang harus dikubur untuk mencegah penyebaran virus.

“Tidak ada persoalan, masih aman untuk dikonsumsi,” tegasnya.

Dengan situasi ini, masyarakat diimbau untuk tetap membeli daging dari sumber yang terpercaya agar kualitas dan keamanannya terjaga menjelang perayaan Idul Fitri.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Belum Tuntas Dugaan Korupsi PDAM, Kajari Sinjai Malah Dipindah! Segini Harta Kekayaan Mohammad R Bugis

14 April 2026 - 14:11 WITA

harta-kekayaan

Breaking News! Kajari Sinjai Resmi Dipindah, Nasib Kasus Korupsi PDAM Menggantung

14 April 2026 - 12:53 WITA

mutasi

Mutasi Besar-besaran di Polres Sinjai! Ini Daftar Lengkap Pejabat Baru yang Dilantik

14 April 2026 - 09:39 WITA

sertijab

Operasi Mendadak di Sinjai, Pedagang Pasar Mannanti Kaget Saat Rokok Ilegal Disapu Bersih

13 April 2026 - 13:33 WITA

rokok-ilegal

Beredar Kabar Camat Beri Izin, Tokoh Masyarakat Bongkar Fakta Mengejutkan Soal Pengobatan Puang Risal

11 April 2026 - 18:44 WITA

dukun-viral
Trending di Sinjai