BERITA.NEWS PINRANG — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Pinrang yang pernah eksis dengan salah satu unit bisnis sekolah yang diberi nama Bank Mini Sekolah (BMS) kini macet.
Kepala SMK 1 Pinrang Lasidang yang ditemui Berita.News mengaku, memang betul jika Sekolah yang ia nakhodai sekarang ada BMS.

“Jauh sebelum saya menjabat sebagai kepala sekolah, BMS telah eksis sejak tahun 2000-an. Koperasi kita ada BMS juga ada” kata Lasidang, Kamis 04/03/2021.
Kendati demikian, Lasidang baru tahu jika BMS itu bermasalah, hal itu pun diketahui dirinya saat menerima begitu banyak keluhan dari nasabah yang hendak menarik uangnya. Justru, kas dari BMS malah kosong.
“Macet memang. Banyak yang tidak kembalikan dananya dari uang yang dipinjam di BMS,” ungkapnya.
Lasidang juga menambahkan, kalau ada ratusan orang yang kini jadi nasabah dari BMS. Estimasi uang yang harus dikembalikan oleh BMS, berkisar pada angka Rp 2 miliar.
Ia juga mengungkapkan jika persoalan ini telah dilaporkan oleh nasabah ke pihak kepolisian.
“Setahu saya angkanya memang berkisar itu (Rp2 miliar). Belum ada solusi, kecuali nasabah ditunggu bersabar. Nanti normal bisnis sekolah baru diusahakan dibayarkan itu,” ujar Lasidang. (June)
![]()





























