Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Kapal Tenggelam Dihantam Badai di Laut Natuna, 7 Nelayan Diselamatkan Kapal China

badge-check

					ilustrasi (int) Perbesar

ilustrasi (int)

BERITA.NEWS, Natuna – Kapal China menyelamatkan tujuh nelayan korban kapal tenggelam di Laut Natuna, Kepri. Selanjutnya para korban dievakuasi oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Natuna menggunakan kapal KN SAR Sasikirana untuk mendapat perawatan medis di RSUD setempat, Senin (29/6) dinihari.

“KN SAR Sasikirana sudah merapat ke Pelabuhan Penagi, Ranai, Natuna, sekitar pukul 03.40 WIB,” kata Kasubsi Sumberdaya KPP Natuna, Leo Umbara, Senin (29/6) pagi.

Umbara menyebut proses evakuasi terhadap korban berhasil dilakukan dengan memakan waktu kurang lebih enam jam.

Dia menjelaskan kronologis kejadian berawal ketika Kapal KM Sidik dengan muatan ikan 6 GT berangkat dari Pelabuhan Desa Tanjung, Natuna, pukul 16.00 WIB, Jumat (27/6), dengan tujuan Kuala Mempawah, Pontianak.

Salah satu korban kecelakaan kapal KM Sidik dievakuasi oleh para petugas saat turun dari Kapal Cargo Gua Yuan 28 di Laut Natuna, Minggu (28/6) malam. (Antara Kepri/ Cherman) (ANTARA/Cherman)

Kemudian, Sabtu (28/6), pukul 03.00 WIB kapal dihantam badai dan mengakibatkan air masuk, sementara mesin pompa tidak mampu membuang air, akibatnya kapal berikut ketujuh korban itu tenggelam di sekitar Pulau Seraya (antara Subi dan Serasan).

Beruntung, ada kapal cargo berbendera China Gua Yuan 28 rute China-Brazil yang melintas di perairan tersebut, sehingga para korban jadi tertolong.

“Kapal Gua Yuan 28 mengevakuasi ketujuh korban dalam kondisi enam orang selamat dan satu orang meninggal dunia,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut dia, ketujuh korban masih ditangani oleh tim medis RSUD Natuna dengan penanganan secara khusus sesuai protokol kesehatan COVID-19 menggunakan APD lengkap.

Adapun data tujuh korban sebagai berikut:

  1. Nahkoda: Porqan, 27 th (Lakis) Ngempawah, 25-11-1992
  2. Sudarman, 38 th (Lakis) Mempawah, 06-04-1982
  3. Alfian, 53 th (Lakis) Mempawah Timur, 20-03-1967
  4. Teguh, 29 th (Lakis) Mempawah Timur, 09-09-1990
  5. Jamuris, 55 th (Lakis) Tanjung, Ranai. 06-07-1964
  6. Lendra, 33 th (Lakis) Pontianak, 13-05-1987
  7. Husaini, 54 th (Lakis) Ketapang/ Meninggal dunia.
  • Antara

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

18 April 2026 - 22:09 WITA

bbm

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

Trending di Nasional