Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Jubir: Hampir 70 Persen Target Vaksinasi Sudah Terima Dosis Pertama

badge-check

BERITA.NEWS, Jakarta – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan setahun sejak kedatangan vaksin pertama, hampir 70 persen dari target sasaran vaksinasi Indonesia sebesar 208.265.720 orang telah menerima setidaknya dosis pertama vaksin COVID-19.

“Saudara-saudara kita sebangsa yang sudah menerima vaksin pertama totalnya hampir 145 juta orang, atau hampir 70 persen dari sasaran vaksinasi kita sudah menerima minimal satu kali suntikan vaksin COVID-19,” kata Jubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Reisa dalam konferensi pers virtual dipantau dari Jakarta pada Jumat (10/12/2021).

Reisa mengatakan jika dikurangi dari total penerima dosis lengkap, sekitar 101 juta orang, maka tersisa kurang lebih 45 juta orang penduduk Indonesia yang tengah menunggu giliran untuk mendapatkan suntikan kedua vaksin COVID-19 per 10 Desember 2021.

Pemerintah sebelumnya menargetkan total 208.265.720 orang penduduk Indonesia yang mendapatkan dua dosis vaksin COVID-19 demi memiliki kekebalan komunal (herd immunity) terhadap COVID-19.

Baca Juga :  Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Sejak kedatangan vaksin pertama pertama pada 6 Desember 2020, Indonesia sampat saat ini sudah menerima lebih dari 400 juta dosis vaksin baik yang dalam bentuk jadi, siap suntik atau bahan baku yang kemudian diproses oleh Bio Farma.

Saat ini terdapat tujuh jenis vaksin yang digunakan yaitu Sinovac, vaksin COVID-19 PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer dan Janssen.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah mengeluarkan izin penggunaan darurat terhadap 11 jenis vaksin. Selain tujuh yang disebutkan di atas, terdapat juga Sputnik V, Zifivax, Convidecia dan Covovax.

“Tujuannya adalah menyediakan sebanyak-banyaknya suplai vaksin kepada masyarakat, agar dapat divaksinasi secepat-cepatnya,” tegas Reisa.

  • ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

18 April 2026 - 22:09 WITA

bbm

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

Trending di Nasional