BERITA.NEWS, Sinjai — Warga Sinjai kembali dibuat resah! Kasus penipuan online bermodus telepon dan media sosial semakin marak dan kini menjadi perhatian serius pihak kepolisian.
Situasi ini membuat Kapolres Sinjai AKBP Harry Azhar, melalui Kasat Reskrim Polres Sinjai IPTU Dr. Adi Asrul, turun tangan langsung dan mengimbau masyarakat agar tidak mudah terjebak rayuan para pelaku.

Menurut IPTU Dr. Adi Asrul, kemajuan teknologi memang memberi banyak manfaat, namun di sisi lain membuka peluang besar bagi pelaku kejahatan memanfaatkan dunia digital untuk menipu korban.
“Jangan mudah percaya pesan atau informasi dari telepon maupun media sosial, apalagi jika menjanjikan hadiah atau keuntungan besar yang terdengar tidak masuk akal,” tegasnya. Selasa (6/1/2026).
Ia menekankan agar masyarakat selalu memverifikasi informasi sebelum percaya dan melakukan transaksi apa pun.
“Pastikan dulu kebenarannya. Jangan sampai Anda menjadi korban oknum yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
Kasat Reskrim Polres Sinjai juga membagikan tips penting agar masyarakat terhindar dari penipuan online, di antaranya:
- Jangan tergiur tawaran menggiurkan, biasanya hanya jebakan.
- Cek keaslian situs atau iklan sebelum bertransaksi.
- Baca ulasan pembeli sebagai bahan pertimbangan.
- Lindungi data pribadi seperti rekening dan kode OTP.
- Hindari mengunduh aplikasi sembarangan dari sumber tidak resmi.
Ia mengingatkan, banyak modus penipuan yang bahkan mengatasnamakan pejabat atau institusi tertentu demi meyakinkan calon korban.
“Jika menemukan sesuatu yang mencurigakan, segera laporkan ke Polres Sinjai. Kami siap menindaklanjuti,” ujarnya.
Penipuan online tak hanya merugikan secara materi, tetapi juga menimbulkan trauma psikologis bagi korban. Karena itu, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan.
“Keamanan di dunia maya adalah tanggung jawab bersama. Dengan kewaspadaan dan kerja sama yang baik, kita bisa mencegah terjadinya kasus penipuan,” tutupnya.
Dengan langkah pencegahan ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Sinjai semakin waspada terhadap ancaman penipuan yang terus berkembang di era digital.
![]()





























