Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Sinjai

Izin Tambang Emas di Sinjai Picu Protes: Sinjai Geram Desak Pencabutan Izin PT Trinusa Resources

badge-check

					Presidium Sinjai Geram [Sinergi Jaringan Independen Gerakan Rakyat Menggugat], Awaluddin Adil. Perbesar

Presidium Sinjai Geram [Sinergi Jaringan Independen Gerakan Rakyat Menggugat], Awaluddin Adil.

BERITA.NEWS, Sinjai — Rencana penambangan emas seluas 11.326 hektare di empat kecamatan di Kabupaten Sinjai oleh PT Trinusa Resources memicu gelombang protes keras dari kelompok masyarakat sipil.

Presidium Sinjai Geram (Sinergi Jaringan Independen Gerakan Rakyat Menggugat), Awaluddin Adil, secara tegas menolak izin tambang tersebut.

Penolakan ini terutama ditujukan pada potensi kerusakan lingkungan, terutama di kawasan hutan lindung Sinjai Barat yang menjadi hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tangka.

Kawasan ini dinilai sangat vital sebagai daerah resapan air yang menopang keseimbangan ekologis wilayah hilir, termasuk Kota Sinjai.

“Kami mendesak Kementerian ESDM segera mengevaluasi dan mencabut izin tambang tersebut. Jangan biarkan bencana datang baru pemerintah bertindak,” tegas Awaluddin Adil.

Menurutnya, penambangan di kawasan hulu sangat berisiko menimbulkan banjir bandang dan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat di sekitar aliran sungai.

Kerusakan hutan sebagai daerah tangkapan air akan berdampak langsung terhadap ketersediaan air bersih, pertanian, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat lokal.

Selain aspek lingkungan, Sinjai Geram juga menyoroti lemahnya pelibatan publik dalam proses penerbitan izin tambang.

Mereka menilai pemerintah pusat dan daerah abai terhadap aspirasi warga yang akan terdampak langsung oleh aktivitas tambang tersebut.

Awaluddin juga mengingatkan bahwa Sinjai bukanlah wilayah industri tambang, melainkan kawasan agraris dan hutan yang perlu dilindungi.

Ia menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat dan organisasi lingkungan untuk bersatu menolak proyek tambang demi masa depan generasi mendatang.

“Hutan Sinjai bukan untuk dijual. Ini soal nyawa, soal keberlangsungan hidup. Jangan gadaikan masa depan demi kepentingan jangka pendek,” tutupnya.

Saat ini, Sinjai Geram tengah menghimpun dukungan masyarakat luas dan berencana melayangkan surat terbuka kepada Presiden RI, Kementerian ESDM, dan instansi terkait untuk menghentikan proses tambang sebelum terlambat.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Belum Tuntas Dugaan Korupsi PDAM, Kajari Sinjai Malah Dipindah! Segini Harta Kekayaan Mohammad R Bugis

14 April 2026 - 14:11 WITA

harta-kekayaan

Breaking News! Kajari Sinjai Resmi Dipindah, Nasib Kasus Korupsi PDAM Menggantung

14 April 2026 - 12:53 WITA

mutasi

Mutasi Besar-besaran di Polres Sinjai! Ini Daftar Lengkap Pejabat Baru yang Dilantik

14 April 2026 - 09:39 WITA

sertijab

Operasi Mendadak di Sinjai, Pedagang Pasar Mannanti Kaget Saat Rokok Ilegal Disapu Bersih

13 April 2026 - 13:33 WITA

rokok-ilegal

Beredar Kabar Camat Beri Izin, Tokoh Masyarakat Bongkar Fakta Mengejutkan Soal Pengobatan Puang Risal

11 April 2026 - 18:44 WITA

dukun-viral
Trending di Sinjai