Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Ini 2 Skenario Evakuasi WNI di Wuhan

badge-check

					Wabah virus corona menghantui Wuhan Tiongkok. Pemerintah Indonesia segera mengevakuasi WNI dari Kota Wuhan. (Foto: AFP) Perbesar

Wabah virus corona menghantui Wuhan Tiongkok. Pemerintah Indonesia segera mengevakuasi WNI dari Kota Wuhan. (Foto: AFP)

BERITA.NEWS, Jakarta – Sejumlah skenario disiapkan pemerintah Indonesia untuk proses pemulangan atau evakuasi bagi WNI yang berada di Kota Wuhan dan Provinsi Hubei Tiongkok untuk meminimalkan ancaman dari virus corona tipe baru atau novel coronavirus (2019-nCov).

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Anung Sugihantono di Jakarta, Kamis (31/1), menyebut setidaknya ada dua skenario yang disiapkan oleh pemerintah.

Pertama, pemulangan langsung ke Indonesia. Kedua, pemindahan ke wilayah lain di Tiongkok yang lebih aman.

“Kalau diizinkan masuk pesawat ke Wuhan, langsung pulang ke Indonesia. Tapi Bu Menlu kemarin ada skenario pertama menggeser ke provinsi lain dan dipastikan semua sehat, baru semua pulang,” jelas Anung.

Anung menjabarkan perbedaan penanganan evakuasi WNI di saat kondisi Kota Wuhan masih karantina ataupun status tersebut sudah dicabut dan diizinkan untuk keluar masuk wilayah tersebut.

Apabila kota masih dalam status karantina, evakuasi WNI harus melalui pemeriksaan kesehatan secara lengkap saat sebelum keberangkatan di Tiongkok.

Jika otoritas China mengizinkan pesawat yang disediakan oleh pemerintah akan langsung membawa WNI dari China ke Indonesia dan dilakukan karantina di Tanah Air selama masa inkubasi virus.

“Dimana tempat karantinanya kami belum tahu karena waktunya belum ditentukan,” sebut Anung.

Karantina dilakukan dengan cara menempatkan WNI di satu tempat yang tertutup untuk memastikan tidak ada penularan virus di Indonesia.

Apabila ada orang yang memiliki gejala, akan segera dibawa ke rumah sakit dan dirawat di ruang isolasi.

Namun apabila WNI di Wuhan diperiksa kesehatannya dan dikarantina di wilayah China yang lebih aman, saat pemulangan ke Indonesia dilakukan pemeriksaan kesehatan biasa tanpa karantina.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah menjelaskan pemerintah Indonesia sudah siap melakukan evakuasi apabila ada kesempatan yang diberikan oleh otoritas Tiongkok.

Saat ini perwakilan pemerintah Indonesia di China sedang memastikan pembaruan data WNI untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal.

Proses evakuasi memiliki tantangan dimana Kota Wuhan yang dikarantina sehingga terbatas dalam hal transportasi. Selain itu WNI tersebar di tujuh titik di Provinsi Hubei yang jaraknya bisa mencapai 500 kilometer.

Luas wilayah Provinsi Hubei sekitar 185 ribu kilometer persegi, sama dengan luas wilayah Negara Suriah atau separuh dari Pulau Sumatera.

. antara/jpnn

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

18 April 2026 - 22:09 WITA

bbm

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

Trending di Nasional