BERITA.NEWS, Sinjai — Pemerintah Kabupaten Sinjai terus mempercepat pelaksanaan imunisasi melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) guna menekan penyebaran campak di tengah status Kejadian Luar Biasa (KLB) yang masih berlangsung.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, turun langsung memantau pelaksanaan imunisasi di Kecamatan Sinjai Utara, Selasa (7/4/2026). Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah TK Negeri 10 Sinjai Utara.

Di wilayah tersebut, layanan imunisasi dipusatkan di tujuh titik, meliputi TK, PAUD, hingga Posyandu. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan dan mempercepat pencapaian target harian imunisasi.
“Pelayanan kita sebar di tujuh titik agar menjangkau lebih banyak anak. Harapannya, target harian bisa terpenuhi,” ujar Andi Jefrianto yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sinjai.
Ia menegaskan, kondisi KLB campak membutuhkan respons cepat dan keterlibatan lintas sektor. Tidak hanya tenaga kesehatan, tetapi juga pemerintah kecamatan, kelurahan, serta partisipasi aktif masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi semua pihak menjadi kunci dalam memutus rantai penularan dan mengembalikan kondisi daerah ke status normal.
Namun, di lapangan masih ditemukan sejumlah kendala, di antaranya penolakan imunisasi oleh sebagian orang tua. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman terkait pentingnya imunisasi.
“Edukasi terus kita lakukan. Anak yang tidak diimunisasi berisiko menjadi sumber penularan,” jelasnya.
Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki anak usia 9 hingga 59 bulan, agar segera membawa anak mereka ke posko imunisasi terdekat.
Dengan percepatan program ORI ini, Pemkab Sinjai berharap penyebaran campak dapat segera dikendalikan dan status KLB bisa segera diakhiri.
Penulis: Thatang
![]()





























