Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pemprov Sulsel

Hari Anak Nasional di Sulsel, Menteri PPAI Tegaskan 5 Amanah Presiden

badge-check

					Menteri PPAI di puncak Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (19/8/2020). Perbesar

Menteri PPAI di puncak Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (19/8/2020).

BERITA.NEWS, Makassar – Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Indonesia (KPPAI) gelar puncak Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) di ruang rapat pimpinan (rapim) kantor Gubernur, Rabu (19/8/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Menteri PPAI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, didampingi Ketua Penggerak PKK Sulsel Liestyati f Nurdin dan Sekretaris Daerah (Sekda) Sulsel Abdul Hayat Gani, Ketua DPRD Sulsel,Pj Wali Kota Makassar, Bupati Bone dan Gowa.

Menteri PPAI I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengatakan momentum hari anak kali masih banyak tugas yang musti diselesaikan. Kaitannya, perlindungan perempuan dan anak. Apalagi ditengah masa pandemi Covid-19.

“Menyikapi tantangan pemenuhan hak anak bapak presiden berikan amanah kepada kami ada, 5 isu prioritas yang pertama itu adalah pemberdayaan perempuan di bidang kewirausahaan, kedua peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pengasuhan pendidikan, ketiga penurunan angka kekerasan perempuan dan anak, pencegahan perkawinan anak,” sebutnya.

Baca Juga :  Appi Dorong KORMI Hidupkan Olahraga Massal se-Kota Makassar

Sementara itu, Sekda Sulsel Abdul Hayat Gani mengungkapkan kekerasan pada perempuan dan anak sempat alami peningkatan pada bulan Juni 2020 lalu. Namun, hingga Agustus mulai alami penurunan.

“Bulan Juni kekerasan meningkat. Agustus ini menurun. Kita ingin ketahanan keluarga yang kuat. Saya kira pahami kedisiplinan jadi utama saat-saat pandemi,” ujarnya.

Mantan Direktur Penanganan Kemiskinan Kemensos RI itu mengatakan faktor ekonomi juga jadi salah satu alasan tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Saya fokus pada aspek sosial, kalau ekonomi nda kuat berdampak pada sosial, kekerasan akan bertambah,” pungkasnya.

. ANDI KHAERUL

Loading

Comments

Baca Lainnya

Tjakap Djiwa Diluncurkan, Aryaduta Makassar Mulai Program Wellness

25 April 2026 - 18:59 WITA

Appi Dorong KORMI Hidupkan Olahraga Massal se-Kota Makassar

25 April 2026 - 15:02 WITA

Sambut Hari Buruh, Munafri Siapkan May Day Fest di Lapangan Karebosi

24 April 2026 - 17:54 WITA

Munafri Isi WFH Bersama SKPD Pantau Jumat Bersih di Wajo dan Ujung Tanah

24 April 2026 - 14:09 WITA

Hadiri Rakor Strategi KIE, Wali Kota Munafri Tegaskan Komitmen Atasi Sampah Makassar

23 April 2026 - 19:35 WITA

Trending di Makassar