Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Sinjai

Harga BBM Eceran Melonjak, Warga Sinjai Terpaksa Beli Mahal, Pertalite Tembus Rp15 Ribu Per Botol

badge-check

					Bensin Eceran Dijual dalam Botol. [Foto: Freepik.com] Perbesar

Bensin Eceran Dijual dalam Botol. [Foto: Freepik.com]

BERITA.NEWS, Sinjai — Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, kian meresahkan warga. Antrean panjang kendaraan tampak di hampir seluruh SPBU, bahkan warga harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar.

Kondisi ini tidak hanya menguras waktu, tetapi juga tenaga. Sejumlah warga mengaku harus rela berpanas-panasan di tengah antrean yang mengular sejak pagi hingga siang hari.

Ironisnya, tidak sedikit pengendara yang sudah lama mengantre justru pulang dengan tangan kosong lantaran stok BBM keburu habis sebelum giliran mereka tiba.

“Dua hari lalu, saya sudah mengantre berjam-jam, tapi belum sampai giliran, stoknya sudah habis,” ungkap Andi kepada Berita.News, Jumat (27/3/2026).

Situasi tersebut memaksa warga mencari alternatif lain. Salah satunya dengan membeli BBM eceran yang dijual di sekitar SPBU menggunakan botol maupun jeriken.

Namun, solusi ini justru menambah beban karena harga yang ditawarkan jauh lebih tinggi dibandingkan harga resmi.

“Terpaksa mobil saya isi BBM botolan atau jeriken, tapi harganya jauh lebih mahal,” lanjutnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Asfar, warga Sinjai Selatan. Ia menilai harga BBM eceran yang dijual oleh pelangsir sudah tidak wajar dan memberatkan masyarakat.

Menurutnya, BBM jenis Pertalite dijual hingga Rp15 ribu per botol, sementara Pertamax mencapai Rp18 ribu per botol.

“Mau tidak mau kami harus beli karena sangat dibutuhkan,” katanya.

Asfar berharap para pengecer tidak mengambil keuntungan berlebihan di tengah kondisi sulit yang dialami masyarakat.

“Kalau bisa, jual sewajarnya saja. Jangan ambil kesempatan di tengah kesusahan orang,” keluhnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, Kabupaten Sinjai memiliki enam SPBU yang tersebar di beberapa kecamatan.

Masing-masing satu SPBU berada di Kecamatan Sinjai Barat, Sinjai Selatan, dan Sinjai Timur.

Sementara di wilayah perkotaan, yakni Kecamatan Sinjai Utara, terdapat tiga SPBU.

Meski jumlah SPBU dinilai cukup, kondisi antrean panjang dan cepatnya stok habis menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait distribusi dan ketersediaan BBM di daerah tersebut.

 

Penulis: Thatang

Loading

Comments

Baca Lainnya

Belum Tuntas Dugaan Korupsi PDAM, Kajari Sinjai Malah Dipindah! Segini Harta Kekayaan Mohammad R Bugis

14 April 2026 - 14:11 WITA

harta-kekayaan

Breaking News! Kajari Sinjai Resmi Dipindah, Nasib Kasus Korupsi PDAM Menggantung

14 April 2026 - 12:53 WITA

mutasi

Mutasi Besar-besaran di Polres Sinjai! Ini Daftar Lengkap Pejabat Baru yang Dilantik

14 April 2026 - 09:39 WITA

sertijab

Operasi Mendadak di Sinjai, Pedagang Pasar Mannanti Kaget Saat Rokok Ilegal Disapu Bersih

13 April 2026 - 13:33 WITA

rokok-ilegal

Beredar Kabar Camat Beri Izin, Tokoh Masyarakat Bongkar Fakta Mengejutkan Soal Pengobatan Puang Risal

11 April 2026 - 18:44 WITA

dukun-viral
Trending di Sinjai