Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pemprov Sulsel

Gubernur NA: Klaster Pilkada Tambah Kasus Positif Covid-19 di Sulsel

badge-check

					Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.(BERITA.NEWS/Andi Khaerul) Perbesar

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.(BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS, Makassar – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) menyebut adanya klaster baru penambahan kasus positif Covid-19 atau Corona Virus, terjadi pasca pendaftaran calon untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) di KPU.

NA mengatakan klaster Pilkada tersebut terjadi akibat banyaknya simpatisan calon ikut hadir pada saat proses pendaftaran. Berdesak-desakan hingga mengabaikan protokol kesehatan, seperti pakai masker dan jaga jarak.

“Ini ajakan yang kita khawatirkan karena awal September kita menikmati betul itu ya kasus positif di Sulsel terus terjadi penurunan tapi setelah pendaftaran kemarin inikan sudah muncul klaster baru, nah ini harus kita antisipasi bersama,” ucapnya, Rabu (16/9/2020).

NA kembali menegaskan, protokol kesehatan, jaga jarak, hindari kerumunan dan rajin mencuci tangan adalah hal yang tidak bisa disepelekan. Harusnya ditaati seluruh masyarakat.

Baca Juga :  SPMB Sulsel 2026, Disdik Berlakukan Jalur Domisili Radius Zona 1 dan 2

“Jadi kalau saya ingin mengatakan bahwa Sulsel inikan penanganan Covid-19 kita sesuai dengan rencana apalagi solidaritas kita terus jaga bersama Forkopimda tokoh agama,” ujarnya.

Diketahui, data Dinas Kesehatan Sulsel perkembangan Covid-19 total kasus positif yang terkonfirmasi ada 13.524 orang, 10.215 diantarnya sudah dinyatakan sembuh, 383 meninggal. Saat ini, masih ada 1.070 spesimen masih diperiksa.

“Rumah sakit juga kan okupansi hanya 20 persen artinya tinggal kita jaga momen ini kita jaga kondisi ini supaya jangan tiba-tiba ada klaster baru dari Pilkada,” pungkasnya.

Adapun data per kabupaten dan kota 15 September kemarin, total kasus positif 185 orang. Tertinggi Makassar 55 pasien, Bone 18, Luwu timur 17, Wajo 15, Sinjai 5, Palopo 4, Enrekang 3, Luwu Utara 3, Maros 3.

Selanjutnya, Parepare 3, Jeneponto 1, Bantaeng 1, Pangkep 1, Pinrang 1, Soppeng 1, Takalar 1, Tana Toraja 1 dan tertinggi selanjutnya adalah Selayar 41 orang kasus positif.

. ANDI KHAERUL

Loading

Comments

Baca Lainnya

SPMB Sulsel 2026, Disdik Berlakukan Jalur Domisili Radius Zona 1 dan 2

23 April 2026 - 17:56 WITA

Gubernur Sulsel Temui Menteri PU RI dengan Daftar Usulan Infrastruktur, Stadion hingga Ruas Seko Lutra

22 April 2026 - 08:23 WITA

Jufri Rahman Ingatkan Petuah Bijak Dorong Literasi saat Sambangi UPT Kearsipan Sulsel

21 April 2026 - 18:26 WITA

Mensos RI Kumpulkan Para Kadis Sosial se-Sulsel Ingatkan Pemuktahiran Data PKH

18 April 2026 - 20:52 WITA

Pemprov Kebut Pengaspalan Ruas Aroepala Malam Hari, Atasi Keluhan Debu

18 April 2026 - 09:36 WITA

Trending di Pemprov Sulsel