Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Takalar

Dugaan Korupsi Proyek Jalan Beton Rp 10 M di Takalar, Polda Siap Usut

badge-check

					Dugaan Korupsi Proyek Jalan Beton Rp 10 M di Takalar, Polda Siap Usut Perbesar


BERITA.NEWS, Takalar –  Aktivis Dewan Rakyat Antikorupsi mendesak Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Krimsus) Polda Sulsel agar menyelidiki dugaan korupsi pada pengerjaan proyek jalan betonisasi senilai Rp 10 miliar lebih di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

“Kondisi proyek yang masih berjalan sangat buruk. Ini mengindikasikan kerugian negara. Polda maupun Kejaksaan harus turun tangan,”tegas Hamka Jarot Direktur LSM DERAK kepada BERITA.NEWS, Rabu (28/8/2019).

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono saat dikonfirmasi siap mengusut jika ada laporan masyarakat termasuk LSM.

“Yah dilaporkan itu ke Polda agar kita segera lidik,” tegasnya.

Ia berharap para lembaga pegiat anti korupsi tak menunda-nunda waktu untuk segera melaporkan resmi adanya aroma korupsi dalam pengerjaan jalan betonisasi di Kabupaten Takalar yang telah menggunakan anggaran puluhan miliar tersebut.

“Segera laporkan apalagi sudah ada alat bukti. Kita tentu akan tindaklanjuti segera,” terang Yudhiawan.

Baca Juga :  Gelar Perpisahan Berbayar, Munafri Ancam Kepsek Dicopot

Sebelumnya, Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) berharap Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel segera mengusut adanya dugaan korupsi pada pengerjaan proyek jalan betonisasi senilai Rp 10 miliar lebih di Kabupaten Takalar itu.

Proyek jalan betonisasi yang menelan anggaran tepatnya senilai Rp 10.933.364.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2019 tersebut, diketahui dikerjakan oleh PT. Diego Putra Konstruksi.

“Kami menduga kuat terjadi pengurangan volume kerja. Karena hampir beberapa ruas jalannya sudah retak-retak padahal pengerjaannya barusan selesai tapi belum diserahterimakan. Polda harus segera usut kasus ini,” tegas Kadir Wokanubun, Direktur Anti Corruption Committee Sulawesi.

Proyek pengerjaan jalan betonisasi sendiri, beber Kadir, terdapat pada poros jalan daerah Galesong-Limbung, kemudian berlanjut ke poros jalan Bontomanai-Taipa, serta poros jalan Bontomanai- Balang.

“Jika melihat kondisi lapangan, ketebalan betonnya juga diduga tidak sesuai spek bahkan jalannya tampak bergelombang. Jadi kami duga kuat terjadi pengurangan volume pengerjaan,” terang Kadir.

Pihak pelaksana pengerjaan, PT. Diego Putra Konstruksi, Jalil coba dikonfirmasi terkait adanya dugaan pengurangan volume pengerjaan pada proyek jalan betonisasi yang dikerjakan pihaknya tersebut, belum memberikan sedikit pun tanggapan. Meski pesan konfirmasi yang dilayangkan kepadanya tampak dibaca.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Makassar Percepat Transformasi Sampah ke Energi, Munafri Bawa Agenda Strategis ke Pusat

22 April 2026 - 14:14 WITA

ART Curi Perhiasan dan Uang Majikan di Maros Ditangkap di Makassar

22 April 2026 - 09:52 WITA

Wali Kota Munafri Ingin Adopsi Konsep Blok M Jakarta Hidupkan Ekonomi Pasar Sentral Makassar

22 April 2026 - 08:10 WITA

Wali Kota Munafri Konsultasi Tahapan Percepatan PSEL Antang ke Pusat

22 April 2026 - 07:59 WITA

Breaking News! Video 2 Detik Bocor, Diduga Oknum Anggota DPRD di Sulsel Hendak Bermesraan dengan Wanita Muda

22 April 2026 - 00:40 WITA

anggota dprd
Trending di Makassar