BERITA.NEWS, Sinjai – Proyek saluran irigasi di Dusun Borongpao, Desa Patalassang, Kecamatan Sinjai Timur, Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan setelah mengalami kerusakan hanya dua bulan pasca rampung dikerjakan.
Padahal, proyek ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 1.520.257.000 dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik penugasan irigasi tahun 2024.

Irigasi yang dikelola oleh CV Duta Sarana dengan PT Indo Pratama Sari sebagai pelaksana proyek tersebut kini dalam kondisi jebol.
Hal ini memicu kekecewaan warga, terutama para petani yang mengandalkan irigasi untuk mendukung musim tanam mereka.
Salah satu warga setempat, Haerul, menyatakan harapannya agar pihak berwenang segera mengambil langkah perbaikan sebelum musim membajak sawah dimulai.
“Kami berharap agar pihak yang berwenang segera memperbaiki sebelum kita turun membajak sawah,” ujarnya.
Selain permasalahan kualitas bangunan, Haerul juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini upah pekerja proyek tersebut belum dibayarkan secara penuh.
“Upah pekerja belum terbayarkan, dan tentunya para buruh menginginkan jerih payahnya,” tambahnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sinjai, H. Haris Achmad, menegaskan bahwa proyek irigasi tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan.
“Kami akan segera memerintahkan kontraktor untuk melakukan perbaikan, karena proyek ini masih dalam masa pemeliharaan,” jelasnya.
Masyarakat setempat berharap pemerintah dan kontraktor bertanggung jawab dalam menyelesaikan permasalahan ini agar irigasi dapat segera difungsikan kembali demi kelangsungan pertanian di wilayah tersebut.
![]()





























