Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

BMKG: Waspadai Puncak La Nina dan Musim Hujan Desember-Februari

badge-check

					Cuaca mendung di langit Kota Makassar. (int) Perbesar

Cuaca mendung di langit Kota Makassar. (int)

BERITA.NEWS, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan anomali iklim La Nina mencapai puncaknya pada Desember. Di saat yang bersamaan, puncak musim hujan di Indonesia diprediksi terjadi pada Januari dan Februari 2021.

“Sekarang masuk La Nina yang nanti puncak diperkirakan Desember-Januari karena La Nina ini bersamaan masuknya musim hujan. Puncak hujan bulan Januari-Februari. La Nina puncak bulan Desember. Kita waspadai puncak La Nina dan musim hujan kisaran Desember-Januari-Februari,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati seusai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi secara virtual, Selasa (13/10/2020).

La Nina merupakan fenomena yang menyebabkan hujan di suatu kawasan turun secara berlebihan. BMKG memprediksi hampir seluruh wilayah Indonesia terdampak La Nina sampai akhir 2020, terkecuali Sumatera.

“Sampai akhir tahun 2020, berarti Oktober, November, Desember, karena masuknya La Nina sebetulnya, sebagian besar wilayah Indonesia itu terkena La Nina, di bulan Oktober-November, kecuali yang tidak terkena adalah Sumatera. Namun meskipun tidak terkena La Nina, Sumatera tanpa La Nina pun curah hujannya termasuk kategori curah hujan bulanan tinggi,” ujar Dwikorita.

Mengenai La Nina, Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya mengantisipasi dampak La Nina. Jokowi meminta semua kemungkinan bencana hidrometeorologi diantisipasi. Jokowi berbicara 2 sektor yang harus menghitung potensi bencana akibat La Nina.

“Saya ingin agar kita semuanya menyiapkan diri, mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi dan juga dampak dari La Nina ini terhadap produksi pertanian agar betul-betul dihitung terhadap sektor perikanan dan juga sektor perhubungan karena 20 sampai 40 persen itu bukan kenaikan yang kecil,” kata Jokowi dalam pengantar rapat terbatas ‘Antisipasi Bencana Hidrometeorologi’ yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden.

. DETIK

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

18 April 2026 - 22:09 WITA

bbm

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

Trending di Nasional