Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Sinjai

Bangga! RSUD Sinjai Resmi Jadi Rumah Sakit Pertama di Sulsel Berpredikat WBK 2025

badge-check

					Direktur RSUD Sinjai, dr. Kahar Anies, menerima langsung penghargaan WBK dari Menteri PANRB, Rini Widyantini. (Foto: Ist) Perbesar

Direktur RSUD Sinjai, dr. Kahar Anies, menerima langsung penghargaan WBK dari Menteri PANRB, Rini Widyantini. (Foto: Ist)

BERITA.NEWS, Sinjai – Kabar membanggakan kembali datang dari Kabupaten Sinjai. Di tengah ketatnya penilaian nasional, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai sukses mencetak sejarah baru yang tak banyak daerah mampu meraihnya.

RSUD Sinjai resmi dianugerahi penghargaan Zona Integritas (ZI) dengan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2025 oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung dalam ajang SAKIP dan Zona Integritas Award 2025 yang digelar di Aula Kementerian PANRB, Jakarta, Rabu (11/2/2026), dengan mengusung tema besar “Transformasi Akuntabilitas dan Integritas Menuju Indonesia Emas 2045”.

Yang membuat capaian ini semakin istimewa, RSUD Sinjai tercatat sebagai rumah sakit pertama di Sulawesi Selatan yang berhasil menembus standar ketat pembangunan Zona Integritas hingga meraih predikat WBK dari KemenPAN-RB.

Direktur RSUD Sinjai, dr. Kahar Anies, menerima langsung penghargaan tersebut dari Menteri PANRB, Rini Widyantini, yang didampingi Wakil Menteri PANRB dan Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan (RBKunwas).

Momen bersejarah itu turut disaksikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, Kepala Bagian Organisasi Setdakab Sinjai, Andi Sompa, serta jajaran Tim Zona Integritas RSUD Sinjai yang hadir mendampingi.

Usai menerima penghargaan, dr. Kahar Anies tak bisa menyembunyikan rasa syukur dan kebanggaannya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena RSUD Sinjai menjadi rumah sakit pertama di Sulawesi Selatan yang meraih predikat WBK ini. Terima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat sebagai penerima layanan,” ujarnya.

Predikat WBK bukanlah penghargaan biasa. Gelar ini merupakan pengakuan atas komitmen nyata instansi pemerintah dalam mencegah praktik korupsi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik secara konsisten dan terukur.

Bagi RSUD Sinjai, pencapaian ini merupakan buah dari reformasi birokrasi menyeluruh yang mencakup manajemen perubahan, penataan tata laksana, penguatan pengawasan, hingga peningkatan akuntabilitas kinerja.

Dengan diraihnya penghargaan ini, RSUD Sinjai diharapkan tak berhenti sampai di sini. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan integritas sekaligus terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

“Semoga RSUD Sinjai semakin menjadi lebih baik ke depannya dan menjadi inspirasi bagi instansi lain di Sulawesi Selatan untuk terus bergerak maju dalam semangat integritas,” pungkas dr. Kahar.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Belum Tuntas Dugaan Korupsi PDAM, Kajari Sinjai Malah Dipindah! Segini Harta Kekayaan Mohammad R Bugis

14 April 2026 - 14:11 WITA

harta-kekayaan

Breaking News! Kajari Sinjai Resmi Dipindah, Nasib Kasus Korupsi PDAM Menggantung

14 April 2026 - 12:53 WITA

mutasi

Mutasi Besar-besaran di Polres Sinjai! Ini Daftar Lengkap Pejabat Baru yang Dilantik

14 April 2026 - 09:39 WITA

sertijab

Operasi Mendadak di Sinjai, Pedagang Pasar Mannanti Kaget Saat Rokok Ilegal Disapu Bersih

13 April 2026 - 13:33 WITA

rokok-ilegal

Beredar Kabar Camat Beri Izin, Tokoh Masyarakat Bongkar Fakta Mengejutkan Soal Pengobatan Puang Risal

11 April 2026 - 18:44 WITA

dukun-viral
Trending di Sinjai