BERITA.NEWS, Sinjai — Menghilangnya alat berat yang digunakan untuk pengerukan material di lokasi tambang di Dusun Balle, Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, memantik tanda tanya besar. Pasalnya, sehari sebelum aparat turun, excavator tersebut masih terlihat beroperasi.
Tambang yang diduga ilegal itu mendadak “bersih” saat Unit Tipidter Satreskrim Polres Sinjai melakukan peninjauan langsung, Selasa (3/3/2026).

Tidak ada lagi alat berat di lokasi. Yang tersisa hanya bekas kerukan tanah yang diduga kuat hasil aktivitas pertambangan.
Kuat dugaan, pemilik tambang telah lebih dulu mengetahui rencana kedatangan petugas sehingga alat berat dipindahkan sebelum pemeriksaan dilakukan. Isu adanya kebocoran informasi pun mencuat.
Salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, AH, mengungkapkan bahwa pemilik tambang disebut-sebut sempat dihubungi oleh oknum untuk segera memindahkan alat berat dari lokasi.
“Infonya sudah ditelepon oleh oknum untuk memindahkan alat beratnya, jadi saat polisi turun sudah tidak ditemukan,” kata AH.
Menurutnya, mengungkap siapa pemilik alat berat maupun pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas tambang tersebut bukan perkara sulit, apabila ada keseriusan dalam penanganan.
“Ada aktivitas dan pasti banyak informasi. Jadi kalau polisi mau mengetahui siapa punya alat berat dan siapa pemilik tambang itu cukup mudah, namun tergantung keseriusan,” terangnya.
Informasi lain yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa material dari tambang tersebut diduga digunakan untuk keperluan proyek tertentu. Namun sumber enggan membeberkan proyek dimaksud.
Sementara itu, Banit Tipidter Satreskrim Polres Sinjai, Bripka Muh. Risal AS, SH membenarkan adanya bekas aktivitas pertambangan saat dirinya bersama anggota turun ke lokasi.
“Ada bekas kerukan dari excavator. Sementara ini masih diselidiki siapa pemilik alat dan siapa yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut,” ujarnya.
Meski alat berat tak lagi ditemukan, fakta adanya bekas pengerukan memperkuat dugaan bahwa aktivitas tambang memang sempat berlangsung aktif di wilayah tersebut.
Kini publik menanti, akankah dugaan kebocoran informasi ini turut diusut? Ataukah kasus tambang yang diduga ilegal di Bulupoddo ini kembali menguap tanpa kejelasan?
![]()





























