Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Soal Irigasi hingga Stok Pupuk Terbatas, Petani di Sinjai Curhat ke Kapolres

badge-check

					Petani di Sinjai Curhat ke Kapolres. (Foto: Humas Polres Sinjai) Perbesar

Petani di Sinjai Curhat ke Kapolres. (Foto: Humas Polres Sinjai)

BERITA.NEWS, Sinjai – Sejumlah petani di Kecamatan Sinjai Selatan mengeluhkan anjloknya harga gabah atau padi serta fasilitas pertanian seperti irigasi.

Hal itu diungkapkan oleh warga saat digelar pertemuan Kelompok Tani di Dusun Lappacilama, Desa Alenangka, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan pada Rabu (9/8/2023).

Pada pertemuan yang dikemas dalam “Jumat Curhat” itu dihadiri Kapolres Sinjai AKBP Fery Nur Abdulah, Camat, Kapolsek dan Danramil Sinjai Selatan, Kepala Desa serta Tokoh Masyarakat.

Yang menjadi permasalahan mendasar para petani khususnya di Desa Alenangka yaitu persoalan irigasi Palangka yang tertimbun sehingga air tidak dapat mengaliri sawah para petani.

Selain itu, para petani juga menyampaikan kepada Kapolres Sinjai bahwa di Sinjai Selatan ketersediaan pupuk sangat terbatas dan harganya pun dinilai mahal.

Sedangkan menurut petani, harga gabah atau padi saat ini tidak stabil (naik-turun) sehingga dinilai dapat merugikan para petani.

Baca Juga :  Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

Menanggapi hal itu, Kapolres Sinjai AKBP Fery Nur Abdulah mengaku akan mencari solusi secara bersama-sama terkait keluhan para petani di Kecamatan Sinjai Selatan.

“Soal irigasi Palangka yang tertimbun, kami akan koordinasikan dengan Dinas PU untuk dikeruk, dibersihkan timbunan agar air bisa lancar kembali,” ujar Kapolres Sinjai.

Sedangkan untuk Pupuk yang dinilai terbatas dan harga yang cukup mahal, Kapolres Sinjai akan mengajak instansi terkait untuk melakukan operasi pasar.

“Mengenai pupuk yang terbatas dan harganya mahal, Polres Sinjai bersama instansi terkait akan melakukan operasi pasar,” jelas Fery.

Kemudian yang terakhir kata Kapolres Sinjai mengenai harga gabah atau padi tidak stabil yang dinilai merugikan petani, pihaknya bersama Kodim dan dinas terkait akan membuat Pilot Project.

“Pilot Project ini dimana nanti petani langsung menjual ke bulog, hal ini kita dorong dijual ke bulog, pemerataan stok bisa terjaga dan hasil penjualan cukup tinggi,” pungkasnya.

 

  • Thatang

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah