Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pendidikan

Uni Eropa Danai RSPTN Unhas Teliti Penyakit Menular di Indonesia Timur

badge-check

					Uni Eropa Danai RSPTN Unhas Teliti Penyakit Menular di Indonesia Timur Perbesar

BERITA.NEWS,Makassar– Rumah Sakit Pendidikan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Hasanuddin (Unhas) mendapat kucuran dana dari Uni Eropa untuk menunjang fasilitas fungsi layanan.

Ambassador of the European Union to Indonesia and Brunei Darussalam Dr. Vincent Piket mengatakan Project ini awalnya untuk mendanai penanganan Covid-19.

Setelah Pemerintah menyatakan Covid-19 berakhir, project masih terus berlanjut untuk meneliti penyakit menular di Indonesia Timur, Sulawesi Selatan pada khususnya.

Kehadiran Dr. Vincent Piket juga sekaligus meninjau langsung fasilitas di RS Pendidikan Unhas yang mendapat alokasi dana Uni Eropa.

“Kami meninjau proyek gabungan unieropa dan Jerman, awalnya mendanai isu Covid-19,

karena sudah selesai proyek ini berkelanjutan untuk meneliti penyakit menular lain yang banyak terjadi di Indonesia,” ucapnya.

Baca Juga :  Panitia Ajak Alumni di Seluruh Indonesia Meriahkan Mubes IKA Unhas

Plh Direktur Utama RSPTN Unhas dr. Andi Indahwaty memberikan gambaran tentang pengembangan seluruh komponen kegiatan pada proyek pengembangan Rumah Sakit Unhas Loan KfW Jerman

terdiri dari pekerjaan konstruksi gedung B, C, D Rumah Sakit Unhas, pengadaan peralatan kesehatan, pengadaan telemedicine dan HMIS.

“Dana ini gunakan untuk meningkatkan kapasitas fungsi rumah sakit, pada ICU, penyakit menular.

Uni Eropa sangat bangga bekerjasama di bidang pendidikan dan kesehatan ini akan berdampak ke masyarakat Indonesia Timur,” ujarnya.

dr. Andi Indahwaty mengatakan kerjasama Uni Eropa ini hanya ada di dunia kampus di Indonesia, yaitu, Unhas dan Brawijaya.

“Unhas mendapatkan Rp 76 miliar untuk melengkapi fungsi rumah sakit. Siapakan icu khusus, Universitas Brawijaya lebih kurang lah,” ungkapnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

HUMANISTIK UMSi Gelar HDC Season 2, Mahasiswa se-Indonesia Adu Gagasan di Sinjai

13 April 2026 - 13:53 WITA

debat mahasiswa

98 Siswa SMPN 23 Sinjai Ikuti Ujian TKA, Sekolah Tekankan Evaluasi Kompetensi

9 April 2026 - 17:28 WITA

ujian-tka

Madrasah Aliyah Pesantren Wadi Mubarak Gareccing Laksanakan Ujian Madrasah Berbasis Kertas

8 April 2026 - 19:52 WITA

ujian

Datang Diam-Diam, Chaca Siswi Berprestasi Ini Tinggalkan “Warisan” di SMPN 7 Sinjai

1 April 2026 - 22:45 WITA

penulis buku

Tembus Juara 4, Hairil Siswa SMPN 23 Sinjai Ukir Prestasi di Pemilihan Duta Pelajar Sinjai 2026

30 Maret 2026 - 19:37 WITA

duta pelajar
Trending di Pendidikan